Eksekusi Tahap II,  Sisakan Reruntuhan Bangunan Untuk Dipungut Warga


KANALINDONESIA.COM : Warga Desa Watudakon Kecamatan Kesamben Jombang Jawa Timur, hanya bisa terdiam melihat alat berat merobohkan bangunan rumahnya hingga luluh lantah, rata dengan tanah. Sejumlah warga yang rumahnya terdampak pengusuran pembangunan proyek tol Jombang – Mojokerto (Joker) mulai terlihat memilah-milah sisa-sisa bahan bangunan yang masih bisa diigunakan untuk membentuk rumah baru. 
Rianto (42) korban penggusuran memungut sisa-sisa bahan bangunan yang masih bisa dimanfaatkan. Dibantu dengan warga yang lain Rianto memilah bahan bagungan, terutama batu bata dan kayu, serta bebatuan bekas pondasi rumah yang belum rusak dikarenakan alat berat.

“salah satu cara untuk menghemat pembangunan rumah baru nantinya ya seperti ini mas, yakni dengan memilah batubata dan kayu,” ungkapnya. (01/09/2016)

Baca:  Pemkab Jombang Canangkan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

Rianto beserta istrinya dan dibantu warga desa, memilah satu persatu batubata bekas rumahnya untuk disisihkan dan dibersihakan dari semen dan bekas tembok. Batubata beserta bahan bangunan yang lain dikumpulkan oleh Rianto. Pasalnya dia belum tahu akan dibawa kemana bahan-bahan sisa bangunan tersebut.

“sementara ini belum ada pandangan untuk pindah, dari semalem kita ngungsi kerumah saudara yang tidak terkena penggusuruan ini,” imbuhnya.

Ternyata pemandangan ini nampak disekitar area penggusuran. Imam (43) yang juga korban penggusuran tol juga memungut sisa-sisa reruntuhan banguan rumah milikny. Imam sengaja memilah bahan bangunan tersebut untuk menghemat biaya pembangunan rumah baru. Pihaknya juga bingung bagaimana cara meminta ganti rugi atas penggusuran rumah miliknya, serta masih belum ada tempat tujuan yang akan menjadi lokasi pembangunan rumahnya nanti.

Baca:  Gelapkan Camera Rental, Gadis Belia Dicokok Polisi

“ini juga masih bingung mas mau kemana, dan bingung juga bagaimana cara klaim ganti rugi,” pungkasnya.

Pelaksanaan eksekusi tahap II masih berlangsung. Dua alat berat dikerahkan untuk meratakan 18 rumah yang menjadi objek eksekusi.

Dalam agenda pengosongan area yang nantinya dijadikan jalan tol Jombang-Mojokerto Seksi II berada di delapan desa yang terletak di lima kecamatan. Yakni, Kecamatan Kesamben, meliputi Desa Kedungmlati (46 bidang), Desa Watudakon (39 bidang), Desa Blimbing (21 bidang), dan Desa Carangrejo (3 bidang).

Kecamatan Sumobito, meliputi Desa Kendalsari (54 bidang). Lalu, lima bidang tanah di Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang. Sisanya, satu bidang tanah di Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan; dan tiga bidang di Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo.

Baca:  Viral Adegan Persekusi terhadap Anak, Ormas Projo Jombang Angkat Bicara

Proses eksekusi ini dilakukan dengan pengamanan yang ketat dikarenakan ada penolakan yang dilakukan oleh warga. Sejumlah warga menolak lahannya dieksekusi karena harga jual lahan dari tim penilai tidak sesuai dan terkesan murah . Proses ganti rugi dilakukan secara konsinyasi atau titip ke Pengadilan Negeri Jombang yang lantas dilanjutkan dengan eksekusi paksa.(elo)