Diduga Pengaruh Vaksin Difteri Puluhan Santri Alami kejang, Ketua Fraksi PKB Pamekasan Minta Dinkes Bertanggungjawab

KANALINDONESIA.COM, PAMEKASAN: Insiden puluhan santri dan siswi lembaga pendidikan dibawah naungan Pesantren Al Falah Sumber Gayam Kadur Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang mengalami kejang-kejang, mual-mual serta muntah-muntah dan diduga karena efek samping dari vaksin difteri tersebut, akhirnya membuat Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Pamekasan berang.

Ia mendesak, agar pihak Dinas Kesehatan setempat bertanggung jawab terhadap terjadinya insiden tersebut.

Desakan keras itu dilontarkan oleh H. Samsuri, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Pamekasan. Ia mengatakan, dalam menyikapi insiden yang terjadi pada Minggu(11/02/2018)  pagi sekira jam 09.00 waktu setempat telah memghubungi Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan namun dialihkan.

“Menyikapi peristiwa itu, kami langsung menghubunginya (Kepala Dinkes Pamekasan) via telepon namun dialihkan, maka dari itu, untuk peristiwa ini kami minta Dinkes harus bertanggung jawab adanya vaksin yang diduga palsu itu, seharusnya vaksin tersebut di lab kan dulu sebelum dilaksanakan penindakan karena menyangkut nyawa manusia bukan hewan,” kata H. Samsuri SE, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Pamekasan, Minggu (11/02/2018).

H. Samsuri SE, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Pamekasan juga menegaskan, bahwa terkait terjadinya insiden itu Dinas Kesehatan diduga telah melakukan praktek percobaan vaksinasi palsu terhadap manusia.

“Berarti manusia di buat percobaan…, Nudzubillah…!! Tegasnya singkat.

Hingga berita ini diterbitkan, jumlah pasien yang dirujuk ke rumah sakit Pamekasan dari Puskesmas Larangan, Halis dan Talang yang berinduk di Puskesmas Kadur, diperkirakan sudah mencapai sekitar 95 orang pasien santri.(nang)