Tingkatkan Penguatan Bank Sampah, Kader Lingkungan Desa Karanggeneng Lamongan Adakan Pelatihan

Pengurus bank sampah dan kader lingkungan Desa Karanggeneng Kecamatan Karanggeneng Lamongan mengikuti outbond untuk meningkatkan semangat kebersamaan. Foto:omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Minggu pagi (11/2/2018) suasana mendung di Wilayah Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan, Jawa Timur menyapa ramah pengurus Bank sampah Desa Karanggeneng. Pada hari ini adalah hari ketiga digelarnya kegiatan pelatihan penguatan kader lingkungan dan pengurus bank sampah Desa Karanggeneng atas kerjasama Pemerintah Desa Karanggeneng, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan dan Unilever Indonesia serta Yayasan Lohjinawi Surabaya.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari yakni tanggal 6, 10 dan 11 tersebut diikuti oleh 85 orang dari unsur kader lingkungan dan pengurus bank sampah di wilayah Desa Karanggeneng. Desa Karanggeneng terdiri dari 2 wilayah dusun yakni Dusun Ketawang dan Karanggeneng sendiri yang terbagi dalam 12 RT dan 4 RW.

Kepala Desa Karanggeneng Mohammad Afan Efendi ketika ditemui kanalindonesia.com mengatakan, belakangan ini, masyarakat Desa Karanggeneng khususnya mulai sadar bahwa sampah bukan lagi sebagai sebuah musuh yang harus dihindari, melainkan bisa berubah menjadi berkah yang mampu memperbaiki perekonomian desa terutama rumah tangga

“Berbagai macam inovasi pengolahan sampah terus dikembangkan, mulai dari mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos, hingga pembentukan bank sampah yang bisa menjadi alternatif untuk mengumpulkan pundi-pundi uang. Bank sampah memiliki potensi ekonomi besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, kelembagaan unit-unit bank sampah perlu didorong dan diperkuat dengan melakukan sinergi yang saling menguntungkan”, kata Afan.

Konsep terakhir yang disebut tampaknya tengah bersinar di kalangan masyarakat dalam 4 tahun terakhir dan sedang digarap serius oleh pemerintah supaya bisa menyelesaikan dua persoalan bangsa: kebersihan dan kemiskinan.

Sehingga secara lebih mudah dapat mengakses ke sumber-sumber produktif, seperti pemasaran, pembiayaan, teknologi, dan lainnya, dalam rangka mengembangkan usahanya.

Melalui kegiatan ini diharapkan mampu memompakan semangat, motivasi dan membangun solideritas diantara seluruh peserta, agar menjadi pendorong semakin kuat dan berkembangnya pegiat-pegiat bank sampah di Desa Karanggeneng.

Kegiatan penguatan kelompok pengelola bank sampah ini diisi dengan metode dan pendekatan outbond, metode pembelajaran menggunakan outbond dinilai efektif karena peserta penguatan ditantang untuk bersikap proaktiv dan komunikatif dalam menyelesaikan tantangan-tantangan yang diberikan oleh fasilitator. Selain itu peserta juga diajak untuk menganalisis dan memecahkan berbagai persoalan bersama-sama dan terorganisir.

Sementara itu Sunandar ketua kader lingkungan Desa Karanggeneng mengatakan, diharapkan dengan adanya kegiatan ini, semangat, kekompakan dan konsistensi pengurus bank sampah dapat tetap terjaga, sehingga pada akhirnya sampah di wilayah Desa Karanggeneng dapat ditangani dan menghasilkan nilai manfaat, diantaranya bernilai ekonomi.

“Bank sampah merupakan gerakan masyarakat bernilai budaya dan ekonomi, karena menciptakan budaya kebersihan dan bisa menghasilkan uang,” pungkasnya.(Omdik)