Sikapi Insiden Akibat Imunisasi Difteri, KADINKES Pamekasan Akhinya Memberikan Keterangan Resmi

KANALINDONESIA.COM, PAMEKASAN_Setelah sebelumnya sulit dihubungi untuk dikonfirmasi oleh awak media, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Ismail Bey, akhirnya angkat bicara menyikapi Insiden puluhan santri dan siswi Lembaga Pendidikan dibawah naungan Ponpes Al-Falah Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Ismail Bey, dalam keterangannya kepada awak media mengatakan, bahwa insiden itu hanyalah sebuah kejadian yang bukan Kejadian Luar Biasa dan tidak akan berakibat fatal. Sebab, hal itu diaminia sebagai kejadian atau peristiwa yang biasa terjadi pasca proses reaksi obat diberikan kepada pasien, atau disebut sebagai KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi).

“Petugas kami sudah berupaya untuk melakukan semaksimal mungkin, dan dari sekian kasus hanya satu titik yang bermasalah,” katanya. Minggu (11/02).

Pemberian vaksin difteri kepada anak-anak mulai umur 1 – 19 tahun merupakan program yang dilakukan secara nasional oleh pemerintah guna mencegah penyakit pernapasan yang berat yang disebabkan oleh toksin atau racun yang dikeluarkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria.

Kadinkes berharap, kasus yang terjadi di SMA Al-Falah agar tidak di generalisir dan dibesar-besarkan, karena kasus tersebut termasuk kasuistis.

Lebih lanjut ia mengatakan, sebenarnya banyak kemungkinan yang menyebabkan itu terjadi, seperti karena anak itu tidak sarapan, tegang dan lain sebagainya.
“Dan alhamdulillah semua yang terjadi dapat tertangani, dan mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa,” ungkapnya.

Sejauh ini, seluruh santri di SMA Al-Falah yang sudah menerima imunisasi (disuntik) difteri berjumlah 324 santri, sedangkan siswa sasaran terdapat 387 santri.