Sikapi Insiden Akibat Imunisasi Vaksin Difteri, Kadinkes Jatim Lansung Turba TKP

KANALINDONESIA.COM, PAMEKASAN: Menanggapi kejadian yang dialami oleh siswa Al-Falah Sumber Gayam, Kadur, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, atas Suntik Vaksin Difteri yang dilakukan pihak Puskesmas setempat, Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso, minggu malam langsung datang kelokasi dan langsung melakukan tindakan pemeriksaan medis terhadap beberapa korban.

Kohar Hari Santoso menegaskan, bahwa hasil pemeriksaan medis terhadap beberpa korban yang telah dilakukan pihaknya itu menyimpulkan bahwa hal itu tidak disebabkan karena efek imunisasi vaksin difteri. Pasalnya, Imunisasi Difteri itu aman dan bisa dilanjutkan. Sebab, peristiwa yang dilami oleh para pasien murni disebabkan karena faktor efek kejiwaan para santri itu sendiri.

“Kami sudah melakukan evaluasi, dan hasilnya bukan karena efek imunasi tapi karena reaksi kejiwaan para santri yang takut untuk diimunisasi,” jelasnya Minggu (11/02) malam.

Ia menambahkan, bahwa kejadian itu hanya terjadi dikota Gerbang salam saja karena di semua daerah lainnya belum pernah terjadi peristiwa seperti yang terjadi di Pamekasan.

“Untuk gejala kejang yang dialami para santri ini, hanya persoalan psikis,” Sambungnya.
Atas kejadian tersebut, Ia meminta agar masyarakat tidak was-was dan tidak menolak untuk diberikan vaksin difteri, karena vaksin tersebut sangat diperlukan dan untuk kesehatan masyarakat.

“Nanti kita akan mengumpulkan masyarakat sekabupaten Pamekasan untuk diberikan sosialisasi bahwa Vaksin Difteri ini aman,” tuturnya.

Lebih lanjut, atas insiden tersebut pihaknya menyatakan akan menanggung semua biaya perawatan bagi para santri yang dirawat di puskesmas maupun RSUD Pamekasan.