KPU Jombang Tetapkan Tiga Paslon, Termasuk Tahanan KPK

Rapat pleno KPU Jombang terkait penetapan paslon Bupati dan wakil Bupati Jombang pada Pilbub Jombang 2018

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG: Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jombang resmi menetapkan tiga pasangan calon (Paslon) Bupati dan wakil Bupati, dalam pemilihan bupati (Pilbup), Jombang 2018.

Secara berurutan sekretaris KPU yang didampingi oleh lima komisioner KPU, membacakan sekaligus, menetapkan tiga paslon Bupati dan wakil Bupati.

“ketiga paslon kita nyatakan menenuhi syarat, dan resmi kita tetapkan sebagai paslon Bupati dan wakil Bupati yang akan mengikuti Pilbup Jombang 2018,” kata M. Dja’far salah satu Komisioner KPU Jombang, pada sejumlah jurnalis, Senin 12 Februari 2018.

Bahkan KPU, juga menetapkan Nyono Suherli Wihandoko, yang kini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), atas kasus suap jual beli jabatan, sebagai calon Bupati Jombang yang maju bersama Subaidi Mukhtar sebagai calon wakil Bupatinya. Hal ini sesuai dengan peraturan KPU yang berlaku.

” alasannya kita berdasarkan Peraturan KPU nomor 78, bahwa paslon yang bisa dibatalkan, karena tiga hal, yakni berhalangan tetap, kemudian terpidana dan berkekuatan hukum tetap,” ujar Dja’far.

Saat disinggung terkait kehadiran calon pada tahapan pengundian nomor urut, sesuai dengan peraturan KPU, pihaknya, menuturkan bahwa paslon bisa memberikan mandat, jika berhalangan hadir.

“sesuai Peraturan KPU nomor 70, calon wajib hadir, namun pada ayat dua calon bisa memberikan surat keterangan yang kuat disertai mandat, dan hal itu tidak menjadi persoalan,” tukasnya.

Usai tahapan ini, selanjutnya KPU Jombang, akan melakukan tahapan selanjutnya yakni, tahapan pemilihan nomor urut paslon Bupati dan wakil Bupati Jombang, dalam Pilbup Jombang 2018, pada hari Selasa 13 Februari 2018.

Sementara itu Surahmad, selaku sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Golkar Jombang, menyatakan bahwa, partai Golkar beserta partai koalisi yakni, PKB, PAN, NasDem, PKS, tetap solid dan fokus memenangkan pasangan Nyono dan Subaidi.

” tim kita masih solid tidak ada perubahan apapun, beserta partai koalisi kita akan berjuang terus untuk memenangkan Pak Nyono dan Pak Subaidi,” tegas Surahmad.

Ketika ditanya terkait langkah apa yang akan diambil oleh partai pengusung, dalam mengikuti tahapan kampanye, mengingat Nyono Suherli Wihandoko, sedang ditahan KPK.

” tim berupaya untuk mendatangkan beliau untuk mengikuti kampanye, karena KPK juga meminta jadwal tahapan pilbup di KPU. Dan untuk besok pak Nyono akan diwakili oleh ketua DPD Golkar Jombang, yang juga istri dari pak Nyono,” pungkasnya.(elo)