Fasilitas Pengawal Pribadi Untuk Balon Bupati & Wakil Bupati Madiun

KANALINDONESIA.COM, MADIUN: Setelah ditetapkannya bakal calon dan wakil calon Bupati 2018 oleh KPUD Kabupaten Madiun Jawa Timur. Selanjutnya tiga pasangan bakal calon tersebut mendapatkan fasilitas dari negara berupa pengawal pribadi (Walpri) yang disediakan dari Polres Madiun, Senin (12/02/2018).

Pengawal pribadi tersebut oleh Polres Madiun diserahkan kepada KPUD kabupaten Madiun dan kemudian diserahkan kepada masing masing pasangan bakal calon bupati dan calon wakil bupati. Kabag Ops Polres Madiun Kompol Syamsul Maarif menjelaskan bahwa anggota yang disiapkan menjadi pengawal pribadi ini sudah disiapkan oleh Polres Madiun ini sudah diseleksi oleh Polda Jatim lalu diberikan pelatihan SPN di Bangsal Mojokerto Jawa Timur.

“Penyerahan walpri ini dari Polres kita serahkan kepada KPU lalu dari KPU diserahkan kepada bakal Calon. Walpri yang disiapkan oleh Polres Madiun ini sudah lolos seleksi oleh Polda Jatim yang dinyatakan lolos lalu diberi pelatihan di SPN Bangsal selama tiga hari. Jadi walpri walpri ini sudah lolos dari kesehatan, psyco,menembak, beladiri itu sudah dibekali,” kata Kabag Ops Polres Madiun ini.

Sekedar diketahui, setiap pasang bakal calon Bupati dan wakil bupati ini diberikan 12 anggota walpri, dan tidak lupa juga Polres Madiun memberikan saran terkait jam kerja, lebih baiknya untuk dilaksanakan kerja secara pergantian shift.

“Secara tehnik kami menyarankan untuk jam kerja para walpri ini untuk jam kerja digunakan cara secara pergantian shift jadi minggu ini shift ini minggu berikutnya shift satunya seperti itu atau gampangannya dirolling tapi kalau bakal calon punya cara kerja sendiri sepenuhnya kita kembalikan ke bakal calon sebagai pengguna kita hanya memberikan solusi,” tuturnya.

Sekedar diketahui, walpri ini masa kerjanya hingga sampai masa pelantikan bakal calon terpilih atau 3 agustus, setelah itu kembali ke Polres. Para walpri ini merupakan gabungan dari kesatuan yang ada di Polres Madiun.

“Anggota walpri ini gabungan dari semua fuungsi, dari lantas ada, dari staf ada, reskrim ada, sabhara juga ada bahkan dari polsek juga ada. Semuanya kita seleksi yang dinyatakan lulus nilai terbaik diberikan pelatihan di SPN dan setelah itu kita serahkan ke KPU,” pungkasnya.(sam)