Dua Anggota Dewan Madiun Kota Tunggu Rekomendasi BK

Ketua DPRD Madiun Kota, ISTONO

KANALINDONESIA.COM : Dua anggota DPRD Kota Madiun dalam pemberitaan bernama Supiyah Mangayu Hastuti (PDIP) dan Endang Wahyuningrum (Demokrat), kini menjadi topik hangat tidak kalangan dewan saja. Tapi, jadi pembicaraan masyarakat luas di Kota Madiun, sebenarnya kasus itu sudah lama dan baru dilaporkan awal Agustus lalu ke Badan Kehormatan (BK) dewan.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Madiun Armaya membenarkan jika keduanya sudah dua kali dipanggil oleh BK.

Pemanggilan pertama 19 Agustus lalu, atas laporan dari masyarakat yaitu Latin warga Desa Sukolilo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.

“Persoalannya utang-piutang dan sudah ditindaklanjuti,” jelasnya, Kamis (01/09/2016).

Namun, kedua orang itu kembali didudukkan dikursi BK adanya laporan dari masyarakat yang lain yaitu Aji dan Suluh.

Baca:  Jalankan Intruksi Program Kapolri, Danki Brimob Kompi 2 B Piru Pimpin Penanaman Pohon

Kedua orang ini melapor lantaran diduga keduanya menjanjikan untuk masuk ke perusahaan daerah milik Pemkot Madiun dengan menyetorkan sejumlah uang. Setelah menyetorkan sejumlah uang yang telah disepakati, keduanya tidak dapat memenuhi janji.

“Soal kedua itu dipanggil 26/8, kedua ini laporannya beragam, antaranya dijanjikan sesuatu. Saya sudah mempertemukan juga antara pelapor dan terlapor ini dan sudah ditindaklanjuti juga. Dalam minggu depan hasil dari laporan masyarakat disampaikan kepada Ketua Dewan. Bisa dikatakan melanggar kode etik. Untuk sanksi, kami belum berani, sebelum ada arahan dari Ketua DPRD,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Madiun, Istono membenarkan jika ada dua laporan kepada terlapor dua oknum anggota DPRD.

Baca:  Pemkab Tuban Tindak Tegas Pecat PNS Yang HTI

“Saya masih klarifikasi dari BK, setelah itu baru bisa mengambil putusan. Tunggu saja, infonya laporan dari BK akan disampaikan,’ ujarnya.

AS