Dalami Kasus Nyono, KPK Periksa Plt Kepala Disbudpar Jombang

Plt kepala Disbudpar Jombang saat ditemui sejumlah jurnalis usai diperiksa KPK di Polres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus melakukan pendalaman kasus suap, yang melibatkan mantan Bupati Jombang Non-aktif, Nyono Suherli Wihandoko.

Kini KPK, memeriksa sejumlah pejabat pemerintah kabupaten (Pemkab) Jombang. Salah satu diantaranya yakni, pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar), yakni Wiwik Emy Tjitrawatie.

” ya, tadi dimintai keterangan, kenal apa tidak dengan bu Ina, terus pernah gak menghadap Bupati (red: Nyono), ” kata Tjitrawatie, pada sejumlah jurnalis di Polres Jombang, Selasa 13 Februari.

Saat disinggung apakah ada kaitannya dengan dana kapitasi, yang dikutip IS dari 34 Puskesmas, dan diberikan pada Nyono, sebanyak 5 %. Perempun yang akrab disapa Bu cici tersebut, mengatakan bahwa tidak ada kaitannya dengan hal tersebut.” ya seputar itu aja tuh, ya biasa-biasa saja,” ungkapnya.

Ketika ditanya, siapa saja pejabat pemkab yang diperiksa KPK di Polres Jombang, pihaknya menuturkan, bahwa hanya ada beberapa pejabat.

” ya, tadi di dalam yang saya kenal, cuman bu ois ama pak Qudus (kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu), yang lain gak kenal mas,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Nyono ditangkap KPK, beserta ajudannya berinisial M, di sebuah restoran cepat saji, di stasiun Balapan Solo.

Pasalnya, Nyono diduga menerima sejumlah uang dari IS yang menjabat sebagai plt Dinas Kesehatan Jombang. Agar IS diangkat menjadi kepala Dinas Kesehatan Difinitif.

Dari tangan ajudannya, penyidik KPK, menyita sejumlah uang. Sebanyak 25 juta rupiah dan 9.500 Dollar AS. Diduga uang tersebut hasil suap jual beli jabatan Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Inna Silestyowati untuk menjadi kepala dinas Kesehatan definitif.(elo)