Pasca Insiden Imunisasi Defteri Sebabkan Puluhan Santri Kejang, Tuai Reaksi Penolakan

KANALINDONESIA.COM, PAMEKASAN: Pasca Insiden Ratusan Santri Kejang-kejang akibat Imunisasi Vaksin Difteri, di Kabupaten Pamekasan Madura, Jawa Timur, nampaknya menuai Reaksi penolakan terhadap pelaksanaan program tersebut.

Reaksi penolakan terhadap pelaksanaan program imunisasi vaksin difteri tersebut, salah satunya muncul dari kalangan siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pamekasan. Ratusan siswa di lembaga pendidikan setempat, menyatakan menolak untuk diimunisasi.

“Saya gak mau karena takut kejadian yang menimpa di kadur itu menimpa kami,” tegas Amalia, salah satu siswi kelas XII IPA 2 MAN 1 Pamekasan, selasa (13/02).

Reaksi penolakan siswa-siswi tersebut, nampaknya tidak sejalan dengan Kepala MAN 1 Pamekasan, Mohamad Syarif. Ia menegaskan, bahwa pihaknya tidak menolak siswanya di Imunisasi Vaksin Difteri.

“Sebenarnya bukan menolak suntikannya, cuma anak-anak belum siap mental saja karena trauma dan juga ada larangan dari orang tua mereka,” tuturnya saat ditemui awak media diruang kerjanya.

Mohammad Syarif menjelaskan, demi terlaksananya kegiatan tersebut, pihaknya akan menjadwalkan kembali imunisasi Vaksi Difteri, stelah pihaknya memberikan pemahaman terhadap siswa siswinya.

“Kami akan melakukan sosialisasi kembali bersama wali kelasnya untuk meberikan pemahamn bahwa imunisasi itu pentinting bagi mereka,” ujarnya.

Sementara itu, jika siswa-siswinya tetap menolak pelaksanaan program tersebut maka pihaknya juga tidak akan memaksa siswanya untuk diimunisasi vaksin Difteri. Kendati demikian, pihaknya akan tetap melaksanakan program tersebut kepada siswa-siswinya yang mau diimunisasi vaksin difteri tersebut.(nang)