Ssssst !!! Diduga Draf Raperda Penyelenggaraan Pendidikan Jombang, Hasil Jiplak Kabupaten Lain

Ilustrasi raperda pendidikan

KANALINDONESIA.COM : Dalam rapat paripurna yang diselenggarakan di DPRD Jombang, ada yang menarik dan membuat resah sejumlah aktifis di Jombang. Pasalnya dari rapat paripurna tersebut fraksi PPP dalam menyampaikan pandangan umum fraksi atas rencana peraturan daerah (Raperda) yang diusulkan pemkab ditemui adanya kesamaan dengan kabupaten lain, dan diduga draf raperda ini hasil jiplakan dari kabupaten Situbondo.

Sontak fenomena plagiasi (red : copy paste ) ini memancing penggiat pendidikan kabupaten Jombang yakni Aan Anshori untuk mengkritisi kinerja dari pemkab yang dinilai sangat buruk serta terkesan ngawur dalam menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pemerintahan. Hal ini sama juga merendahkan martabat pemerintahan serta seluruh masyarakat jombang yang notabenya adalah masyarakat yang mempunyai sumber daya manusia lebih tinggi dari pada kabupaten Situbondo.

Baca:  Kementan Siapkan Mekanisme KUR untuk Alsintan

“Saya benar-benar geram dengan tertangkap basahnya aksi plagiat copy-paste-lupa-edit pada naskah Raperda Pendidikan Jombang. Meniru hal baik untuk diterapkan di Jombang merupakan hal terpuji. NAMUN mencontek regulasi pendidikan dari Situbondo itu menghina akal sehat. Bagaimana mungkin Jombang akan mengadopsi kabupaten yang indeks pembangunan manusianya berada di ranking ketiga DARI BAWAH se Jatim pada tahun 2014? Padahal Jombang sendiri posisinya di kelompok menengah. Sekali lagi, ini menghina akal sehat,” ujar Aan yang juga aktivis Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU).(01/09/2016)

Masih menurut Aan Anshori,”Yang lebih memalukan lagi, para pihak yang terlibat dalam rapersa jiplak ini saling melempar tanggung jawab. Baik Dinas Pendidikan, Biro hukum Pemkab, maupun perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai konsultan SENYATANYA TERLALU PENGECUT untuk mengakui kesalahannya. Dewan Pendidikan sebagai representasi warga juga loyo tanpa inisiatif, karena selama ini terkesan menjadi boneka bupati,” tegasnya.

Baca:  5000 Peserta Ikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah

Bahkan Aan Anshori yang juga merupakan dierektur Lingkar Keadilan Untuk Indonesia (LINK) meminta agar wakil rakyat segera bekerja dan mengambil tindakan sesuai dengan kewenangannya.

“DPRD harus melakukan investigasi untuk menemukan siapa yang bertanggung jawab atas jiplakan ini. Jika perlu mengkonfrontir pihak-pihak yang telah disebut di atas. Sampai ditemukan pelakunya, raperda ini tidak perlu dibahas karena cacat muatan,” pungkasnya.

Ketua Komisi D DPRD Jombang, Mulyani Puspita Dewi juga merespon adanya dugaan plagiasi tersebut, bahkan pihaknya akan mendalami lagi permasalahan copy paste ini.

“Copas atau hanya salah ketik, kami belum tahu. Tapi kalau memang adanya nama kabupaten tetangga itu karena copas atau plagiat, itu akan menjadi catatan bagi kami,” ungkapnya ketika dikonfirmasi via WA.(01/09/2016)

Baca:  Rumah Loundry di Trenggalek Terbakar

Lanjut Ketua Komisi D,”Setelah ini, kita akan mengkoreksi draf itu salahnya dimana. Kita juga akan meminta eksekutif untuk mengevaluasi universitas yang diajak kerjasama pemkab dalam menyusun draf itu,” pungkasnya.

(elo)