ISNU Kecewa Pemkab Impor Raperda Penyelenggaraan Pendidikan dari Kabupaten Lain

 

Zainudin selaku kordinator bidang pendidikan dan SDM PC. ISNU Jombang

KANALINDONESIA.COM : Sejumlah aktifis penggiat pendidikan kabupaten Jombang, merasa kecewa dengan adanya temuan plagiasi draft rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan yang diusulkan Pemkab Jombang ke DPRD diketahui menjiplak dari Pemerintah Kabupaten Situbondo.

Kali ini kritikan beserta kecaman datang dari Zainudin selaku koordinator bidang pendidikan dan Sumber Daya Manusi (SDM) Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Jombang, pihaknya menyayangkan dengan adanya plagiasi (copy paste) yang dilakukan oleh pemkab jombang, dan menurutnya plagiasi itu tindakan yang memalukan.

“Kalau memang benar plagiat, itu sangat memalukan masyarakat Jombang,” ungkapnya.(02/09/2016)

Menurut Zainudin, di Jombang masih banyak SDM yang mumpuni dan banyak akademisi yang bisa menyusun draf raperda penyelenggaraan pendidikan. Ini merupakan potensi SDM yang melimpah di kota santri, dan banyak gagasan atau ide, karena SDM di bidang pendidikan lebih tau karakteristik wilayah dan dinamika yang ada di jombang. Dan ini semua untuk memperbaiki penyelenggaraan pendidikan di jombang, tidak harus impor dari kabupaten lain.

Baca:  Targetkan Kerja Utama Dinas Pendidikan Bisa Maksimal, Bupati Pamekasan Kukuhkan 280 Kepsek SD & SMP

“Di Jombang berlimpah SDM bidang pendidikan yg lebih paham karakter lokal, kenapa harus adopsi dari luar?,” keluhnya.

Mantan aktifis pergerakan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini menilai, dengan adanya copy paste dan impor draf raperda perencanaan penyelenggaraan pendidikan, ini sama saja pemkab menganggap tidak adanya akademisi yang mumpuni terkait penyelenggaraan pendidikan di Jombang. Hal ini sama saja dengan pelecehan terhadap pakar-pakar pendidikan yang ada di Jombang.

“Iya melecehkan pakar-pakar pendidikan di Jombang. Adalah sangat naif ketika penguasa kabupaten ini lebih percaya orang luar dari pada warga nya sendiri,” pungkasnya.

Bukan hanya lembaga NU, namun penggiat pendidikan yakni Minan Rohman yang juga mantan dewan pendidikan terdahulu juga menyampaikan sejumlah kritikan dan masukan terhadap DPRD serta Eksekutif. Menurutnya perlu adanya inbetigasi mendalam mengenai dugaan plagiasi ini. Serta Bupati harus serius mencari kebenaran yang terjadi, sebab jika memang benar adanya plagiasi maka tidak menutup kemungkinan adanya perda-perda yang lain, yang merupakan produk plagiasi atau impor dari kabupaten lain.

Baca:  Dankodiklatad Resmi Tutup Diklapa II Kecabangan TNI AD

“Dugaan plagiasi ini harus di lakukan dept investigation atau investigasi mendalam. Bupati harus serius untuk mencari yang sebenarnya terjadi. Kalau saja dugaan ini terbukti maka telah meruntuhkan kewibawaan pemerintah daerah juga DPRD. Sebab dua lembaga itu yang bertanggung jawab terhadap perda. Dilain hal, kasus ini akan memantik dugaan-dugaan terhadap perda-perda yang sudah di sahkan dan yang akan di buat,” pungkasnya.(02/09/2016)

Kini, draft tersebut masih didalami, oleh komisi D, yang membidangi Dinas Pendidikan. Komisi D juga berjanji akan meminta keterangan pihak eksekutif atas polemik draf raperda penyelenggaraan pendidikan Jombang.

Perlu diketahui bahwa diberitakan sebelumnya adanya dugaan plagiasi yang dilakukan oleh pemkab jombang dalam pengajuan draf raperda jombang tentang penyelenggaraan pendidikan. Bahkan temuan ini di jelaskan saat penyampaian pandangan umum yang dilakukan oleh fraksi PPP dalam rapat paripurna di gedung DPRD.(elo)

Baca:  Petani Semangka Gagal Panen Karena Cuaca Buruk, Ratusan Hektar Tanaman Semangka Busuk