Trauma, Sejumlah Orang Tua Murid SD di Pamekasan Menolak Imunisasi Difteri

KANALINDONESIA.COM, PAMEKASAN:_Karena “Trauma” terhadap Insiden Imunisasi Vaksin yang menimbulkan musibah puluhan santri kejang,mual, dan muntah-muntah di salah satu lembaga pendidikan pada pekan lalu (11/2/2018), reaksi penolakan dari sejumlah orang tua murid dilingkungan lembaga pendidikan sekolah dasar di Kabupaten Pamekasan Madura, Jawa Timur semakin marak.

Sebagain besar para orang tua di Pamekasan mulai enggan melakukan vaksinasi terhadap anaknya dengan alasan trauma dan takut akan Insiden Imunisasi Vaksin Difteri pekan lalu terulang dan menimpa sang buah hati. Salah satunya, diakui oleh orang tua murid dilingkungan pendidikan sekolah dasar negeri di kecamatan tlanakan pamekasan yang hampir 99% dari 100 san jumlah muridnya menolak pemberian imunisasi vaksin Difteri.

“Saya trauma dan takut kejadian serupa terulang lagi. Makanya saya menolak anak saya di vaksinisasi dari pihak puskesmas setempat.” Ungkap Maryatun, salah seorang wali murid ibu dari dua anak, Rabu (14/02).

Terpisah, Mausul Nasri (34) warga asal Desa Branta Tinggi Kecamatan Tlanakan Pamekasan menceritakan, selain kejadian di Desa Kadur, beberapa tahun lalu di Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, dan di Desa Panglegur, juga ada bayi meninggal, pasca beberapa hari divaksin.

“Alhamdulillah anak saya umur 11 bulan tidak divaksin sehat-sehat saja, cuma pernah sekali divaksin HB saat baru lahir itupun tanpa pamit,” kata Mausul yang juga aktivis sosial ini.

Ditambahkan, trauma tersebut tidak hanya dirasakan dirinya tapi juga keponaan dan para tetangga khawatir saling telpon, terkait kekhawatiran anaknya jika di suntik vaksin disekolahnya. maka rame-rame orang tua murid salah satu SD di Desa Tlanakan menulis pernyataan ketidaksetujuannya.

“Dan ketakutan ini sudah menyebar kemana mana,” tegasnya.

Sementara, Kadinkes Kabupaten Pamekasan Ismael Bey mengatakan, imunisasi vaksin difteri itu tidak berbahaya dan tidak memberikan efek samping karena itu bukan penyakit yang dilemahkan tapi hanya mematikan untuk merangsang tubuh anti body.

“Kita imbau kepada masyarakat agar anak dalam kondisi tubuh lemah, sedang dan sakit serta ibu hamil jangan dilakukan imunisasi. Intinya tubuh harus dalam keadaan fit,” terangnya.

Kedepan pihaknya akan terus melakukan sosialisai kepada masyarakat dan lembaga pendidikan mengenai pentingnya imunisasi vaksin sesuai dengan kebijakan Gubernur Jawa Timur.(nang)