Ratusan Nelayan Di Lamongan Menolak Reklamasi pembangunan Pabrik di Hutan Mangrove

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Ratusan nelayan Lamongan melakukan unjukrasa menolak reklamasi pantai dan pengrusakan Mangrove diseluruh kawasan pantai Desa Paciran yang dilakukan oleh PT. Prakitri Hasta Darma (PHD).

Nelayan Paciran melawan reklamasi pembangunan pabrik dilahan negara yang merupakan hutan Mangrove.

Dalam aksinya nelayan membawa sejumlah sepanduk kecaman mengenai perusakan hutan mangrove di depan kantor Kecamatan Paciran.

Dikantor Kecamatan Paciran nelayan bermediasi bersama Fadeli Purwanto Camat Paciran beserta Muspika.

Dalam dialog, Camat Paciran Fadeli Purwanto mengatakan harus melakukan kajian terhadap prosedur yang di lakukan PT. PHD. Terkait dengan belum keluarnya IPR pihak kecamatan Paciran belum mendapat laporan atau tembusan.

“Pihak kecamatan belum bisa mendukung atau tidaknya. Semua tergantung dengan perundang undangan,” jelasnya.

Camat Paciran akan memberikan persoalan ini kepada tim teknis yang mempunyai kemampuan teknis masing masing.

Rencananya, PT. PHD akan membangun sebuah pabrik seluas 10,2 hektar yang merupakan lahan milik negara. Tanah negara di alih fungsikan oleh sebuah perusahaan. Dan 8,20 hektar merupakan lahan hutan mangrove.

PT. PHD pun dianggap Belum mempunyai ijin pembangunan namun sudah melakukan pengerukan dan merusak tanaman Mangrove.

Menurut Imamur Rosidin koordinator unjukrasa, mereka menuntut pemberhentian pembangunan pabrik. Karena itu akan merusak habitat dan ekosistem laut yaitu merusak hutan mangrove.

“Kami menuntut PT. PHD tidak membangun dikawasan tanah negara dan hutan mangrove,” katanya. (Fer)