Dimintai Keterangan KPK, Kabag Kesra Didampingi Kepala Inspektorat Jombang

M Bisri saat keluar dari GBB usai dimintai keterangan KPK

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG: Dalami kasus suap yang melibatkan Bupati Jombang Non-aktif, Nyono Suherli Wihandoko, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali memeriksa pejabat di lingkup pemerintahan kabupaten (pemkab) Jombang Jawa Timur.

Kali ini giliran Kepala Bagian (Kabag) Kesra, M Bisri yang dimintai keterangan oleh penyidik KPK, di gedung Graha Bhakti Bhayangkara (GBB) Polres Jombang.

Didampingi Kepala Inspektorat I Nyoman Swardana, kabag kesra nampak keluar ruangan dari GBB. “Nggak. Nggak. Belum ada yang bisa kita sampaikan, ini tadi dampingi pak Bisri,” kata Nyoman saat ditemui sejumlah jurnalis, Kamis 15 Februari 2018.

Sementara itu, M Bisri selaku Kabag Kesra, juga enggan memberikan keterangan, terkait soal apa, pihaknya dimintai keterangan oleh penyidik KPK. “Belum…belum,” tegasnya.

Selain Nyoman dan Bisri, sejumlah pegawai pegawai dan kepala Puskesmas Jombang juga terlihat di ruang pemeriksaan. Namun lagi-lagi, ketika keluar dari ruangan tersebut, mereka enggan memberikan keterangan. Bahkan cenderung menghindari sejumlah jurnalis.

Seperti diberitakan, Plt Kepala Dinkes Inna Silestyowati sudah ditetapkan sebagai tersangka menyusul Nyono Suharli Wihandoko.

Inna menyetorkan sejumlah uang pada Nyono, yang dikutip dari dana kapitasi jasa pelayanan dari 34 Puskesmas, yang dikumpulkan sejak Juni 2017 sekitar total Rp434.000.000.

Sebagai penerima, Nyono disangkakan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan pihak pemberi, Inna Silestyowati disangkakan pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi.(elo)