Haul Masyayikh, Ratusan Santri Ponpes Nurul Huda Sumberwudi Lamongan Ziarah Ke Maqbaroh

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Serangkaian acara dalam memperingati Haul Almahgfurlah KH. ABDUL KARIM ke 41 dan KH. ACHMAD MUCHYIDDIN ke 14 ini sangat padat. Tepatnya pada hari Kamis, (15/2/2018) seluruh santri Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng Lamongan, Jawa Timur mengadakan ziarah maqbaroh ke makam pendiri dan pengasuh pondok pesantren tersebut. Acara ini sudah menjadi rangkaian  acara dalam haul tersebut yang sudah menjadi tradisi di Pondok Pesantren Nurul Huda Sumberwudi.

Tradisi maqbaroh di dalam Islam termasuk kedalam ritual sekunder, dimana amaliahnya diambil dari hadist-hadist nabi dan diamalkan oleh generasinya. Di Indonesia tradisi maqbaroh atau ziarah kubur sudah menjadi kebutuhan hidup karena esensinya kita mendoakan kepada orang yang sudah meninggal dan timbal baliknya kepada kita yang mendo’akannya. Oleh karena itu, salah besar ketika ada orang yang menyalahi ritual ini apalagi menganggap bid’ah kepada orang yang melakukannya.

Ziarah maqbaroh dalam kesempatan kali ini di hadiri oleh ratusan santri, alumni dan para guru serta Ustadz pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Sumberwudi. Pembacaan tahlil di pimpin oleh KH. Su’udil Azka yang merupakan menantu dari KH. Achmad Muchyiddin selaku pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Sumberwudi. Dengan kefasihan dalam pembacaannya santri dan para jama’ah yang hadir  turut khidmat dalam do’a maqbaroh tersebut.

Bukan hanya para santri dan kyai yang merasakan keberkahan maqbaroh ini tetapi juga para alumni yang berdatangan dari seluruh Lamongan dan sekitarnya serta masyarakat desa yang  tinggal sekitar komplek makam tersebut ikut serta dalam kegiatan ini. Mereka sengaja menyediakan waktu untuk berziarah kepada pejuang agama di desa tersebut.

Menurut Ustadz Muzazin, salah satu tenaga pengajar di pondok pesantren tersebut mengatakan bahwa beliau berdua adalah pelopor pertama sebagai kiyai di Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng sekaligus pelopor berdirinya Pondok pesantren Nurul huda, yang menghidupkan kegiatan keagamaan di Desa Sumberwudi. Haul ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun ketepatan pada bulan Jumadil Awaal.

“Mengawali seluruh ragkaian Haul seluruh siswa, guru, dan alumni ziarah ke maqbaroh para muassis (pendiri) dan masyayikh (para sesepuh) di kompleks makam Desa Sumberwudi” ujarnya.

Lebih lanjut, jelas Muzazin, kegiatan ini merupakan bentuk kelanjutan dakwah dari para kedua Kyai tersebut. “Acara ini dimaksudkan untuk menyambungkan spirit perjuangan dan pembelajaran antargenerasi,” tandasnya.(Omdik).