4 Pasangan Mesum Terjaring Razia di Hari Valentin

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Fai (21) , warga Bendorejo Pogalan bersama pasangan tidak sahnya Li, (19) warga Gandusari lalu , Ir, (19) warga Krandegan Gandusari bersama Mus, (36) warga Tulungagung , Sas(39) bersama kekasih gelapnya Sun (45) yang keduanya warga Pule dan Sit(47) warga Bandung Tulungagung bersama kekasihnya Wak (52) warga Besuki Tulungagung harus digelandang petugas gabungan dari polisi, Satpol PP, TNI dan Subdenpom Trenggalek. Keempat pasangan ini terbukti tengah berbuat tidak selayaknya pasangan suami istri saat petugas melakukan razia di malam hari valentin, Rabu, (14/2).

Masing-masing pasangan diketahui oleh petugas gabungan saat berduaan di dalam kamar hotel. Mereka dipastikan bukan pasangan suami istri setelah dilakukan pemeriksaan kartu identitas.

Namun sewaktu razia , salah satu pasangan yang terjaring sempat mencoba mengelabuhi petugas dengan menyebutkan identitas nama alamat yang berbeda, sedangkan pasangannya melarikan diri. Namun petugas mendapati sepasang sandal pasangan yang tertinggal.

Kasatpol PP Trenggalek, Ulang Setyadi mengatakan, dalam razia tersebut pihaknya juga mendapatkan beberapa barang bukti diduga digunakan untuk berhubungan intim. Seperti kondom, tisu magic serta beberapa barang bukti lain seperti sprei yang telah ternoda.

“Yang kami amankan ada tujuh orang, satu orang berhasil kabur, namun sandalnya ketinggalan di kamar. Semuanya langsung kami bawa ke Kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan,” katanya di Markas Satpol PP dan Damkar jalan raya Trenggalek-Rejowinangun.

Pasangan yang terjaring razia tersebut memiliki latar belakang bermacam-macam. Mulai dari janda, duda, wanita bersuami hingga remaja yang belum menikah. Satpol PP tidak melakukan penindakan hukum, namun selurunnya hanya diberi pembinaan dan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

” Dari Tulungagung, kemudian Trenggalek sendiri juga ada. Tadi itu ada juga seorang TKW, kemudian pekerja dari Kalimantan. Jadi ke Trenggalek untuk bertemu dengan kekasihnya, namun kebetulan kami melakukan razia dalam rangka valentin,” tegasnya.

Dikatakannya, sesuai dengan Perda Trenggalek No 11 tahun 2003 tentang Ketertiban Umum, warga yang terjaring razia bisa dilakukan proses hukum dan diancam dengan hukuman. Namun Satpol PP memilih untuk melakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Kali ini masih kita maafkan, namun jika terjaring lagi kita akan proses hukum,” pungkasnya. (hamzah)