Polres Mojokerto Bekuk Komplotan Pencuri Burung Asal Jombang

Warga Jombang, Tertangkap Basah Saat Kuras Isi Peternakan Burung di Mojokerto( foto : istimewa)

KANALINDONESIA.COM : Unit satuan Reskrim Polsek Puri membekuk dua pelaku spesialis pencurian burung senilai puluhan juta. BDN (42) dan AF (25) dibekuk petugas usai mencuri sembilan pasang burung Murai Batu dari peternakan milik Hartono (54) di Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Kasubbag Humas Polres Mojokerto, Iptu Suyono memaparkan kronologis pencurian. Aksi pencurian itu terjadi pada Jumat dini hari.

“Kedua pelaku masuk ke rumah korban dengan cara merusak pintu menggunakan obeng dan linggis. Rumah yang digunakan sebagai peternakan burung Murai Batu itu terpisah dengan rumah korban,” ungkap Suyono.

Baca:  Korban Kasus Dugaan Pencabulan Dibawah Umur, Plandaan Kabur saat Hendak Diperiksa, Polisi Kesulitan Ungkap Kasus

Masih menurut Kasubbag Humas, kedua pelaku yakni BDN asal Desa Sengon, Kecamatan Jombang dan AF asal Desa Sumberpacing, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang masuk rumah saat korban tidur. Sehingga dengan mudah, lanjut Kasubbag Humas, keduanya menjebol sarang burung.

“Kedua pelaku berhasil mencuri sembilan pasang burung Murai Batu milik korban. Mereka membawa kabur burung curian dengan kantong. Keduanya berhasil ditangkap di rumah masing-masing, namun petugas tak menemukan barang bukti burung hasil curian karena telah dijual oleh kedua pelaku,” katanya.(02/08/2016)

Kepada petugas, kedua pelaku mengaku telah menjual belasan ekor burung Murai Batu bernilai Rp90 juta tersebut ke beberapa penadah di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Dari hasil penjualan itu, kedua pelaku mendapatkan uang hasil kejahatan Rp10 juta.

Baca:  OTT Jombang, KPK Periksa Tiga Pejabat Pemkab

“Petugas hanya berhasil menyita berupa sepeda motor Honda Beat nopol S 3130 RR, obeng dan linggis yang dipakai pelaku saat mencuri. Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 3e, 4e, dan 5e KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan acaman pidananya maksimal tujuh tahun penjara,” pungkasnya. (elo)