Pencari SIM Yang gagal Praktek Awal Tak Perlu Was-Was Lagi

KANALINDONESIA.COM, PACITAN: Memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi pengendara kendaraan bermotor dijalan raya hukumnya wajib. Baik bagi pengendara kendaraan bermotor roda 2 ataupun roda 4, syarat yang dibutukan adalah sama yaitu fasih dalam berkendara, serta paling tidak sudah menginjak usia 17 tahun.

Di usia itu paling tidak secara fisik kita sudah kuat, secara mental juga rata-rata sudah bisa berfikir mana yang baik dan buruk. Dan secara hukum bisa mempertanggung jawabkan perbuatanya sendiri.

Untuk itu, bisa mendapatkan SIM biasanya peserta diharuskan mengikuti dua ujian, yakni teori dan praktik. Ujian praktek lapangan ini mengharuskan para peserta pencari SIM untuk mencoba mengendarai sepeda motor pada lintasan khusus. Tidak hanya sekadar mengendarai motor, namun juga untuk melatih keseimbangan dan mengatur kecepatan.

Jika anda sering gagal dan tak kunjung mendapatkan SIM hanya gara-gara lintasan ini, maka Satlantas Pacitan mempunyai program bagi peserta yang gagal pada ujian praktek lapangan. Dihari Sabtu para peserta pecari SIM yang gagal bisa mempraktekan pada lintasan khusus sepuasnya di lapangan asrama polres Pacitan.

AKP Hendrix K Wardhana menyampaikan ” program praktek lapangan dihari Sabtu ini bebas untuk siapa saja yang gagal dalam praktek lapangan, utamanya pencari SIM roda 2 maupun roda 4. Program ini adalah salah satu program Satlantas Polres Pacitan untuk membantu masyarakat pencari SIM C maupun SIM A,” sampainya.

Ditambahkanya, ujian praktik SIM memang harus dilalui demi kepentingan amanya sipengendara juga. Tidak hanya sekadar mengendarai motor dan menjalankan roda 4 saja, namun ini berguna juga untuk melatih keseimbangan dan mengatur kecepatan,” pungkas Kasatlantas.

Program praktek lapangan dihari Sabtu itu, salah satu program AKP Hendrix K Wardhana Kasatlantas Polres Pacitan, yang bertujuan agar masyarakat pencari SIM cepat mendapatkan SIM sewaktu praktek nanti. (Bc)