Warga Memungut Sisa-Sisa Penggusuran Tol, Bupati Jombang Jalan-Jalan

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko

KANALINDONESIA.COM : Warga Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Jombang, Jawa Timur, hanya bisa diam terpaku kala alat berat merobohkan bangunan rumah tempatnya berteduh hingga luluh lantah, rata dengan tanah.

Warga yang rumahnya terdampak penggusuran pembangunan proyek tol Jombang – Mojokerto (Joker) mulai terlihat memungut sisa-sisa bahan bangunan yang masih bisa diigunakan untuk membangun rumah baru.

Eksekusi ini dilakukan setelah, panitera Penggadilan Negeri (PN) Jombang membacakan surat keputusan nomor 16/Pdt.Eks.LL/2016/PN.Jbg tentang eksekusi lahan terdampak pembangunan jalan tol Jombang-Mojokerto seksi II.

Ramai diberitakan media, bahwa ada dugaan Bupati Jombang sedang jalan-jalan (red : plesiran) ke negeri sakura.

Diduga saat ini Bunda PAUD Jombang yang merupakan istri Bupati Nyono sedang jalan-jalan ke Jepang. Dugaan itu diperkuat dengan adanya unggahan foto di akun istagram milik putri Bupati yakni Thalia Virgina Putri Suharli.

Baca:  Musim Tanam Okmar, Kementan Pastikan Stok Pupuk Aman

Dalam foto yang di upload tiga hari lalu, Selasa (30/08/2016) itu nampak Tjatur istri Bupati Nyono, sedang berselfi dengan dua orang berbusana Jepang di tempat wisata yang berada di negeri matahari.

Fais yang merupakan penggiat kebijakan publik merasa kecewa dengan fenomena plesiran yang dilakukan bupati. Pria yang akrab disapa Gus Fais ini memaparkan, jika benar Bupati Nyono sedang plesiran kala rakyatnya menghadapi masalah yang cukup pelik, yakni disaat warga Desa Watudakon menjadi korban penggusuran dan bingung mencari tempat tujuan untuk bertempat tinggal, menurutnya sangatlah tidak pantas sama sekali.

“Ini merupakan perilaku pemimpin yang buruk, disaat warganya prihatin malah di tinggal jalan-jalan,” ujarnya, Jum’at (02/09/2016).

Baca:  Jalan Bergelombang, Truk Bermuatan Viner Terguling di Jalan Gatot Subroto Jombang

Masih menurut fais yang merupakan mantan aktifis pergerakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI),”sejumlah kegiatan penting bupati untuk menahkodai pemerintahan Jombang harus ditinggalkan. Rapat paripurna di DPRD Jombang tentang nota penjelasan bupati tentang P-APBD tahun 2016, Jumat lalu Bupati tak nampak disana. Selanjutnya paripurna nota penjelasan bupati tentang Raperda dan pandangan fraksi tentang P-APBD tahun 2016, Senin kemarin Bupati juga tak nampak. Pada hari Selasa, saat menteri BUMN RI, Rini Sumarno launching kartu tani di PG Tjukir, Bupati Nyono juga gak ada, belum lagi persoalan E-KTP yang hingga hari ini masih menyusahkan masyarakat, yang harus mau antri dan berangkat dini hari dari rumahnya, juga belum ada solusi, lantas mau dibawa kemana Jombang ini oleh Bupati Nyono?,” tegasnya.

Baca:  Buaya Air Tawar, Ditangkap Warga Ngudirejo Diwek Jombang

Lebih lanjut dikatakanya,”masyarakat berharap banyak pada bupati Nyono untuk menangani sejumlah permasalahan yang ada di Jombang, meski saya tahu bupati bukan malaikat, tapi setidaknya ada trobosan-trobosan kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat, dan bisa dirasakan secara langsung dampaknya pada masyarakat, bukan seperti ini hanya membuat kegaduhan yang meresahkan masyarakat Jombang,” ungkap Fais yang juga merupakan anggota KSPD.

Hingga kini korban penggusuran masih kebingungan, bagaimana proses pencairan ganti rugi, dan masih banyak yang belum tau kemana mereka akan tinggal untuk sementara waktu.

Pihak pemkab Jombang nampak belum ada perhatian terhadap korban penggusuran.(elo)