Plt Bupat Trenggalek,  Moch. Nur Arifin Tetap Prioritaskan Infrastruktur

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK-Pasca menerima penugasan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Trenggalek dikarenakan Emil Dardak sebagai Bupati Trenggalek telah  mengambil cuti, Wakil Bupati Trenggalek , Moch Nur Arifin bersiap melangsungkan penugasan tersebut sesuai tugas dan wewenangnya berdasar undang-undang.

Melalui Pemerintah Kabupaten Trenggalek, kini dirinya akan terus benar – benar memprioritaskan infrastruktur yang menjadi akses pelayanan dasar warganya yang telah dirumuskan  pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun ini .

Disampaikan Plt. Bupati Trenggalek, H. Mochamad Nur Arifin infrastruktur di wilayahnya masih akan terus digenjot karena sesuai topografi dan geografisnya , Trenggalek penduduknya banyak bermukim di dataran tinggi atau wilayah gunung.

“ Kita sudah memahami begitu beratnya wilayah kita yang dikelilingi gunung serta warga kita tersebar mendiami tempat tinggalnya di sana,” ucapnya.

Untuk itu infrastruktur tetap  diprioritaskan, namun harus selektif pada titik yang  dapat menjembatani desa kepada fasilitas seperti kesehatan, pendidikan, maupun perekonomian.

“Nah, itu diharapkan mulai dari jalan kabupaten nanti sinergis sampe ke jalan desa itu semuanya kondisinya harus mantap dulu,” terangnya.

Selain itu, H Moch Nur Arifin juga mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif, seperti misalnya melalui sedekah informasi. Masyarakat ikut mengawal proses pembangunan khususnya infrastruktur dari awal. Sehingga sinergi percepatan pembangunan infrastruktur berkualitas benar-benar terjadi.

“Berpartisipasi aktifnya seperti apa? lakukan yang namanya sedekah informasi ketika ada proses pembangunan pengerjaan infrastruktur di daerah warga , kalau terlihat ada indikasi, ini kok mengerjakannya seperti ini, daripada nanti begitu jadi kualitasnya buruk segala macam, sejak awal mula itu diinformasikan,” jelasnya.

Diakuinya hal itu akan membantu dirinya dan pemkab agar tepat guna, tepat sasaran yang dinginkan pemkab dalam proses pembangunan itu berjalan.

“Karena ini malah menyelamatkan semuanya, menyelamatkan kami yang mengusulkan, menyelamatkan kami Pemerintah Daerah yang punya kewenangan dalam penganggaran dan pelaksanaan, pun juga menyelamatkan mereka yang mengerjakan, karena kita tahu sejak awal jangan sampai ada masalah,” pungkasnya.( ahmad)