Gemuruh dan Tumbangnya Pohon Lengkapi Longsoran di KM 16 Trenggalek- Ponorogo

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK-Longsor kembali menimpa di KM 16 jalan nasional Trenggalek – Ponorogo. Walau tidak sebesar sebelumnya namun longsor ini memuntahkan material tanah , batu dan pohon besar hingga menutup jalan yang merupkan akses perekonomian wilayah timur barat jawa melalui akses selatan ini, Senin, (19/2) pukul 14.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa saat longsor terjadi namun sejumlah saksi dari warga setempat kondisi awan di Trenggalek dalam keadaan mendung yang pekat disertai hujan rintik saja. Tiba-tiba suara gemuruh tidak keras terdengar dari salah satu warga sekitar dan setelah dilihat ternyata benar ada longsor di jalur itu dengan pohon dari jenis tanaman keras ambruk melintang di jalan.

Kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek dengan dibantu Basarnas Kantor Karangsuko serta personil dari Polres Trenggalek bahu membahu membersihkan material longsor di lokasi agar akses jalan vital itu bisa dilalui kembali.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang diwakili Kabag Humas dan Protokol Pemkab Trenggalek, Triadi Atmoko membenarkan kejadian longsor itu dan kini pihaknya dibantu instansi vertikal yang lain sedang berupaya membersihkan material itu dari jalan dengan menggunakan tenaga alat berat.

“ Benar kita sedang kerjakan pembersihan material longsor agar secepatnya akses jalan nasional itu bisa dilalui lagi,” ucapnya.

Triadi menjelaskan , longsor yang tidak separah kejadian sebelumnya harus segera tertangani karena akses jalan itu merupakan akses vital sebagai sarana transportasi.

“Ini akses vital jadi harus ada prioritas untuk segera dibersihkan,” tandasnya.

Dia berjanji hari ini jalan nasional yang kerap longsor itu dimungkinkan sudah bisa dilalui lagi karena volume material longsornya tidak sebanyak tahun lalu.

“Tidak besar dan mungkin yang agak makan waktu memotong kayu besar yang mabruk itu,” terangnya.

Sementara Wajimin (37) warga setempat mengungkapkan jika sebelumnya tidak ada tanda-tanda akan terjadi bencana longsor itu. Hujan pun hanya rintik saja sedang awan pekat di langit waktu itu datang seperti tak di undang.

“Tadi itu jalanan sedang sepi , tiba-tiba ada suara gemuruh yang memancing minat saya untuk melihat apa yang terjadi. Benar longsor di kawasan itu terjadi lagi,” pungkasnya. (hamzah)