Plt Bupati Pastikan Pupuk Organik Moralis Akomodir Ribuan lahan

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Produksi pupuk organik berbasis kotoran kambing etawa yang diproduksi di UD Moralis beralamat di Desa /Kecamatan Pogalan menarik minat Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KIEN) guna melihat langsung produk yang konon telah memberdayakan ribuan petani dengan jumlah area lahan sawah ribuan hektar.

Keenam anggota KEIN itu diantaranya , Aries Muftie sebagai ketua rombongan, dan beranggotakan Ali Mastari, Siti Khamila Dewi , Arnis Metha P , Andre Parvian A serta Machiko diterima langsung Plt Bupati Trenggalek, Moch Nur Arifin, Senin, (19/2).

Plt Bupati Trenggalek, Moch Nur Arifin mengatakan kesempatan Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengembangkan technopark agro industri berbasis desa kali ini sudah makin nyata di depan mata. Terbukti pengembangan pupuk organik ini telah meraup hasil yang memuaskan di saat daerah lain sedang mengalami dilema kelangkaan pupuk.

“ Kelangkaan pupuk menjadi inspirasi kelompok usaha ini sehingga kini para petani sudah merasakan hasilnya,” ucapnya.

Moch Nur Arifin menjelaskan , dua tahun inisiasi dari pemkab terhadap kelompok usaha ini berdampak pada majunya pertanian di wilayah yang tengah bergabung dalam usaha ini dan pemerintah tidak terlalu direpotkan dengan RDKK masalah pupuk.

“Awalnya kelompok ini mendapat bantuan ternak kambing etawa, namun seiiring kemajuan yang dikelola kelompok akhirnya mampu berinovasi denga lahan yang tertangani sampai sekarang mampu seribu hektar lebih,” jelasnya.

Dikatakannya, selama ini Moralis telah mengirimkan anggotanya untuk mengikuti pelatihan dan ketrampilan produksi sekaligus pemasaran produk yang dihasilkannya.

“Secara managemen mereka juga berlatih wirausaha agar produknya itu juga bisa dibeli petani di luar daerah khususnya di luar Kecamatan Pogalan,” tuturnya.

Swasembada pangan akan tetap menjadi mimpi indah bagi dirinya, sesuai janji kepemimpinannya melayani kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Trenggalek.

“Infrastruktur nantinya akan kita gagas lebih jauh untuk mudahnya akses ke wilayah ini sehingga swasembada pangan akan cepat tercapai di daerah ini,” tandasnya.

Terpisah, Sudarmi , Ketua kelompok tani yang wadahinya melalui Moralis meminta Pemkab Trenggalek untuk selalu membantu dan mengawasi kelompoknya agar semakin mendapatkan ilmu yang terbaru sesuai harapan masyarakat petani sendiri.

“Perkembangan ilmu pengetahuan bertani dan bercocok tanam tetap kita perlukan sentuhan dari pemkab,” terangnya.

Untuk itu kesiapan petani berbasis organik yang kini tengah mampu menjual di pasaran sebesar Rp 15 ribu perkilonya dari beras yang dihasilkan telah membuat program baru agar lekas dikenal di wilayah lain.

“Sementara beras yang kita jual seharga Rp 15 Ribu perkilonya dengan kualitas 2-3 hari tidak basi setelah ditanak,” lugasnya.

Aries Muftie sebagai ketua rombongan KEIN  membeberkan akan sinergitas usaha di bidang agro dengan koperasi. Menurutnya , selayaknya produksi pupuk organik ini berkolaborasi dengan  koperasi yang ada.

“Kita sudah sepakat dengan MoU yang kita jalankan selama ini yakni bersinergi dengan UKM dan Koperasi,” pungkasnya. (ahmad)