Gandeng Ormas Islam, Baznas Distribusikan Zakat Rp 5 Miliar

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjalin kerjasama dengan 5 lembaga amil zakat berbasis organisasi kemasyarakatan Islam dalam menyalurkan dana zakat.

Kelima lembaga tersebut adalah Lazis Muhammadiyah, Lazis Nahdlatul Ulama, LAZ DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), Baitul Maal Hidayatullah, dan LAZ Persis (Pusat Zakat Umat).

Ketua Baznas, Prof. Dr. Bambang Sudibyo,  MBA, CA, mengatakan pihaknya mengucapkan terima kasih atas dukungan MUI, Lazis Muhammadiyah, Lazis Nahdlatul Ulama dan LAZ dari berbagai ormas seperti LAZ Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Baitul Maal Hidayatullah, LAZ Persis (Pusat Zakat Umat) dan Ormas Wahdah Islamiyah atas wacana Baznas melayani masyarakat Indonesia termasuk aparatur sipil negara untuk menuaikan zakat.

Lembaga Amil Zakat berbasis ormas Islam dipilih karena sudah mengakar hingga ke lapisan bawah sebagaimana tujuan Baznas menyalurkan zakat kepada masyarakat bawah yang tepat sasaran.

“Dalam kerja sama pendistribusian zakat ini, kami mengalokasikan dana sekitar Rp 5 miliar,” ujar Bambang Sudibyo, di Kantor MUI, Jl. Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2018).

Bambang menyoroti lembaga yang dipimpinnya bahwa Baznas dibentuk Pemerintah berdasarkan UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang kemudian dijabarkan pada Pasal 5 Ayat 1 yakni dalam melaksanakan pengelolaan zakat, pemerintah membentuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Kemudian, dijabarkan lagi pada Pasal 6 bahwa Baznas merupakan lembaga yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat secara nasional.

“Wujud pendistribusian zakat terdapat pada Pasal 17 berbunyi untuk membantu Baznas dalam pelaksanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat, masyarakat dapat membentuk LAZ,” jelasnya.

Dalam pendistribusian dana zakat, infak dan sedekah (ZIS), kata Bambang, pihaknya melakukan berbagai saluran yakni melalui Baznas provinsi dan kabupaten/kota, lembaga program, ormas, yayasan dan lembaga yang menangani mustahik, baik langsung kepada mustahik maupun melalui kerja sama bidang bidang tertentu dalam membantu mustahik.

“Pendistribusian melalui LAZ akan menyasar pada bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Seluruh pendistribusian disalurkan kepada asnaf zakat dan dipertanggungjawabkan. Kami juga akan mendorong capacity building LAZ dalam mendistribusikan zakat,” katanya.

Saat ditanya pengawasan, dengan gamblang Bambang mengungkapkan pihaknya menerapkan pengawasan rangkap dalam pendistribusian berupa monitor dan evaluasi oleh tim independen, audit internal, audit kantor akuntan publik (KAP), audit syariah.

“Baznas juga menerapkan manajemen ISO untuk memastikan pendistribusian sesuai dengan syariat zakat yang berupa Fatwa MUI, pandangan syariah anggota bidang syariah BAZNAS dan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak menyimpang dari asnaf zakat yang telah jelas aturannya,” tutur Bambang.

Hadir pada acara pendistribusian zakat tersebut antara lain Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin, Wakil Ketua Baznas, Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama yang juga anggota BAZNAS, Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, dan Deputi Baznas M. Arifin Purwakananta, anggota Baznas drh. Emmy Hamidiyah, M.Si, KH. Masdar F. Mas’udi, Prof. Dr. Mundzier Suparta, Ir. Nana Mintarti, MP, dan Prof. Dr. A. Satori Ismail.

Juga tampak para pengurus LAZ ormas, seperti Lazis Muhammadiyah, Lazis NU, Lazis Dewan Dakwah (DDII), Lazis Pusat Zakat Umat Persatuan Islam (Persis), dan Lazis Baitul Maal Hidayatullah. @Rudi