Motivasi Siswa, SMAN 1 Bendungan Datangkan Alumni

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Ratusan siswa –siswi SMA Negeri 1 Bendungan mengikrarkan diri bertekad untuk menuntaskan wajib belajar 12 tahun dihadapan alumni sekolah ini yang sengaja dihadirkan untuk memberikan motivasi kepada adik-adiknya. Pendidikan yang mereka kenyam selama ini berintikan ilmu yang akan menjadikannya modal kelak di masa depan.

Ikrar diri tersebut dikemas melalui kegiatan LINI MASA KELAS INPIRASI#1 di sekolah yang berada di ujung utara kabupaten Trenggalek guna ikut mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan tanggung jawab seluruh warga negara indonesia.

Kepala Sekolah SMAN 1 Bendungan Kabupaten Trenggalek, Bima Barata mengatakan kegiatan LINI MASA KELAS INPIRASI#1 menjadi acuan dasar para alumni SMA N 1 Bendungan untuk berpartisipasi dalam memajukan pendidikan di indonesia kususnya di wilayah Kecamatan bendungan.

“Ini inspirasi bagi adik-adik nya yang saat ini masih menimba ilmu di sekolah ini,” ucapnya, Selasa, (20/2) di Trenggalek.

Motivasi yang dilakukan apara alumni menurutnya akan menjadi penyemangat keseluruh siswa agar jangan sampai putus sekolah dan lebih giat belajar sehingga dapat meraih cita-cita seperti kakanya yang sudah meluluskan belajarnya di SMAN 1 Bendungan itu.

“Para alumni banyak yang sudah di perguruan tinggi ternama, bahkan ada yang sudah bekerja di instansi baik negeri maupun swasta,” lanjutnya.

Bima Barata berharap event yang dilakukan sekolahnya mampu dikembangkan dan dilanjutkan menjadi suatu tradisi di lingkupnya agar output lulusan dari SMAN 1 Bendungan bisa terakses informasinya baik di perguruan tinggi yang populer maupun tempat kerja yang layak .

“Kami berharap ada integritas dari event ini terutama kepedulian akan informasi dari alumni utamnya yang dibutuhkan siswa di sini,” tandasnya.

Nurulita Yuni Wijayanti , ketua panitia kegiatan LINI MASA KELAS INPIRASI#1 Tahun 2018 mengatakan dirinya dan rekan siswa yang ada di SMAN 1 Bendungan getol mengadakan kegiatan seperti ini dikarenakan selama ini di sekolahnya siswa masih membutuhkan motivasi semangat belajar.

“Dulu kerap ada siswa tiba-tiba putus sekolahnya karena banyak hal, seperti karena menikah dini , disuruh bantu pekerjaan orang tua dan akibat pengaruh kawan-kawannya yang tidak sekolah,” ungkapnya.

Perempuan yang akrab disapa Ita ini , tugas guru di daerah yang tergolong pinggir seperti Bendungan ini cukup berat . Tetapi jika sudah memahami karakteristiknya dan semangat untuk mencari problem solve nya itu akan mudah.

“Terpenting bagi kami semangat untuk terus memberi motivasi siswa dan orang tua dengan terlebih dulu paham akan kondisinya ,” pungkasnya. (joko)