Aliansi Nak Potonah Buje Geledah Seluruh Ruangan Kantor DPRD Pamekasan

KANALINDONESIA.COM, PAMEKASAN: Kecewa karena aksi penolakannya terjadap datangnya Garam Impor tidak ditemui oleh pihak DPRD, Sejumlah Aktivis yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Na’ Potonah Buje, selasa Pagi, 20 Februari 2018, menggeledah seluruh ruangan kantor DPRD Pamekasan, Madura Jawa Timur.

Aksi demontrasi puluhan massa Aliansi Na’ Potonah Buje, menolak datangnya Garam Impor oleh Pemerintah dari Australia dan India yang digelontorkan melalui PT. Mitra Tunggal Swakarsa Pamekasan dan dimasukkan ke gudang PT. Garindo di Manyar Gresik itu, dinilai telah membekukan hasil produksi petani garam tahun 2017 sekitar 60.000 MT yang hasil produksinya total sebanyak 436.929.95 MT telah masuk keseluruh penjuru Nusantara.

“Kami sangat kecewa, karena tujuan kami untuk menyampaikan aspirasi kami secara langsung ke pihak DPRD merasa telah dihalang-halangi oleh aparat Kepolisian dan Satpol PP,” kata Mohammad Mukti, Ketua Aksi Aliansi Na’ Potonah Buje Pamekasan, selasa (20/02).

Sementa itu Sekretaris DPRD Pamekasan, Masrukin, dihadapan para demontran menyatakan, pihaknya akan menindaklanjuti segala tuntutan para demontran tersebut untuk segera disampaikan ke pihak legeslativ. Sebab, saat itu pihak legeslativ tidak sedang tiadak ada di kantor DPRD karena masih masa reses.

“Kami minta agar para aktivis untuk bersabar dulu karena tidak bisa ditemui langsung oleh Pihak DPRD yang saat ini masih masa resses. Yang jelas, segela bentuk aspirasi anda akan segera kami sampaikan secara prosesural kepada pihak DPRD,” Tegas Masrukin, Sekretaris DPRD Pamekasan.

Usai menyampaikan aspirasinya, puluhan massa aliansi na’ potonah buje pamekasan ini kemudian membubarkan diri secara tertib. Kendati demikian, mereka mwngancam akan kembali menggelar aksi secara besar-beaaran jika tuntutannya tersebut tidak diindahkan.(nang)