Meski Panenan Durian Menurun, Dewan Minta Tetap Bersyukur

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Walau hasil panen durian di Kabupaten Trenggalek tahun ini mengalami penurunan hingga 20 persen, yang disebabkan cuaca tak menentu dan hujan berkelanjutan disertai angin beberapa bulan terakhir. Wakil rakyat berharap para petani tetap bersyukur karena tetap bisa memanen durian meski keuntungannya juga menurun.

Sejumlah petani di pedalaman Kabupaten Trenggalek mulai panen durian setelah gagal memanen pada 2016 akibat curah hujan tinggi di daerah itu.

“Kami merasa lega panen durian awal tahun 2018 cukup lumayan,” kata Sukarodin , Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek , Selasa, (20/2).

Politisi asal PKB ini mengaku , petani durian bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp 30 juta dari hasil panen 40 pohon durian. Hal ini menunjukkan tingkat pendapatan ekonomi masyarakat Trenggalek diprediksi meningkat karena sebagian besar mereka memiliki kebun tanaman durian.

“Hampir di seluruh wilayah kecamatan yang ada di sini petaninya punya pohon durian,” tegasnya.

Selama ini, tanaman buah durian dijadikan sebagai investasi bagi petani Trenggalek, selain dari hasil pertanian ladang huma, pisang dan umbi-umbian. Mereka mengembangkan tanaman durian di lahan tanah tasen atau tanah milik perhutani yang diolah masyarakat.

“Sebenarnya pada bulan Desember masih normal. Hampir semua pohon berbunga lebat. Namun karena sering hujan angin, banyak yang rontok,” ungkapnya.

Sukarodin mengatakan jika pada tahun 2015 lalu saat cuaca normal, petani durian di Trenggalek bisa memanen durian lokal dengan kualitas super lebih dari 2.000 buah. Namun saat ini hanya sekitar 1.600 buah.

“Tahun lalu bisa mendapatkan Rp 70 juta sekarang hanya Rp 50 juta,” katanya sambil membuka hasil catatan hasil kunjungan kerjanya di wilayah Kecamatan Watulimo.

Terpisah, Dheny, petani durian di Gemaharjo Kecamatan Watulimo mengatakan penurunan produktifitas durian di wilayahnya tak membuat dirinya dan petani lain patah semangat. Mereka justru semakin tertantang untuk memperhatikan perawatan pohon-pohon durian.

“Bagaimana lagi namanya kondisi alam. Tapi meski menurun petani tak merugi, cuman hasilnya menipis karena biaya perawatan juga lebih tinggi,” jelasnya.

Selain Watulimo, sentra perkebunan durian di Kabupaten Trenggalek terdapat di Munjungan, Panggul, Dongko , Bendungan , Pule , Karangan dan Trenggalek. (ahmad)