Semarang – kanalIndonesi.com

Masyarakat antusias vaksinasi yang di gelar Polda Jateng. Hal tersebut dalam rangka mensukseskan program vaksinasi pemerintah guna percepatan penanggulangan covid-19.

Pemberian vaksinasi Kapolda Irjen Pol Ahmad Luthfi terus mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat agar tidak tidak terjadi claster baru.

“Gerai Vaksinasi Polri ini tidak mengganggu vaksinasi yang ada di Puskesmas-puskesmas, intinya akselerasi atau percepatan untuk mencapai target 1 juta dosis vaksin perhari,” kata Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol. M. Iqbal Alqudusy saat meninjau pelaksanaan proses vaksinasi di Halaman Mapolda Jateng, Rabu (30/06/2021).

Lanjutnya, di Polrestabes Semarang total vaksin yang disediakan ada 10 ribu dosis vaksin,saat ini yang sudah berjalan sekitar 6-7 ribu dosis vaksin, sedangkan sisanya tinggal 4500 dosis yang ada.

“Program vaksin gratis tersebut bisa dimanfaatkan warga masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya hingga 2 Juli 2021,” jelas Kabidhumas.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengungkapkan, vaksin tersebut diberikan secara gratis bagi masyarakat yang ingin mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Selain itu, gerai vaksin presisi juga berlaku untuk seluruh elemen masyarakat tanpa syarat domisili. Dengan kata lain, warga yang beralamat di luar Kota Semarang dipersilakan datang untuk mengikuti vaksinasi.
.
“Masyarakat yang belum vaksin silahkan datang, cukup bawa E- KTP saja,” ungkapnya.

Menurut, gerai presisi didirikan sebagai upaya mempertahankan kemampuan vaksinasi sehari satu juta demi terwujudnya herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap Covid-19.

Polri sendiri telah mewujudkan program sehari satu juta vaksin pada 26 Juni 2021 lalu. Hal itu sesuai dengan tema Hari Bhayangkara ke-75, yakni, “Transformasi Polri Yang Presisi Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 Untuk Masyarakat Sehat dan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Maju”.

“Gerai vaksin presisi ini, sebagai upaya Polri dalam mempertahankan kemampuan vaksinasi 1 juta perhari,” pungkas Kapolda.(Eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here