Orang Tua Penyerang Kyai, Bermaksud Menjemput Anaknya di Rumah Sakit Jiwa

Satibi dan istrinya datangi Mapolres Lamongan guna bermaksud menjemput Nandang Triyana. Foto:omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Orang tua Nandang Triyana, pelaku yang nyaris menganiaya pimpinan Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah Lamongan, Rabu (21/2/2018) siang mendatangi Polres Lamongan. Kedatangan Satibi dan Sriyana, kedua orang tua Nandang Triyana, serta adik pelaku, Indah Sri Istiyani, diantar oleh kepala Dusun 02 Desa Lemahabang Kulon Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon dan Kanit Reskrim Polsek Lemahabang, Cirebon bermaksud menjemput anaknya.

Namun sesampainya di Mapolres Lamongan, mereka tidak bisa bertemu dengan anaknya yang sempat menghebohkan masyarakat beberapa hari terakhir, karena tindakannya yang hampir saja membahayakan keselamatan pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem Paciran tersebut.

Di ruang lobi Polres Lamongan, orang tua pelaku penyerangan larut dalam kesedihan. Mereka ingin cepat-cepat bertemu dengan Nandang Triyana, karena sudah 4 tahun meninggalkan rumah. Terlebih lagi, anaknya menjadi bulan-bulanan masa, karena nyaris menganiaya KH. Abdul Hakam Mubarok, pada Minggu 18 februari lalu.

Sriyana sang ibu mengatakan kalau dirinya ingin sekali bertemu dengan anaknya yang hampir 4 tahun meninggalkan rumah dan kemudian membawanya pulang ke kampung halamannya di Lemahabang Cirebon.

Senada dengan istrinya, Satibi ketika ditemui kanalindonesia.com mengungkapkan kalau Nandang sudah hampir 4 tahun meninggalkan rumah, saat pergi dia pamit mau main. Keluarga mulanya tidak terlalu risau karena biasanya dia pasti kembali.

“Nandang perginya itu pamit, biasanya tidak jauh perginya dan sebentar dia pasti pulang”, kata Satibi.

Satibi juga menambahkan bahwa Nandang memang sejak kecil mengalami sakit seperti itu, namun tidak pernah diperiksakan ke dokter.

Sebelum kejadian di Pondok Pesantren Karangasem tersebut Satibi dan keluarga tidak tahu keberadaan Nandang, baru setelah diberi kabar oleh anggota Kepolisian Polsek Lemahabang dengan menunjukkan beberapa foto kejadian di Paciran tersebut, Satibi tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Di Mapolres Lamongan Satibi dan keluarganya sempat bertemu dengan KH. Abdul Hakam Mubarok yang nyaris menjadi korban Nandang. Mereka saling memaafkan dan sempat berbicang beberapa saat sebelum mereka berangkat Ke Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya, tempat Nandang saat ini dirawat.

Setelah segala urusan dan keperluan di Mapolres Lamongan selesai, Satibi bersama keluarga menuju Surabaya untuk menjemput Nandang. AKBP Feby Hutagalung dan KH. Abdul Hakam Mubarok ikut dalam rombongan tersebut. (Omdik)