Imunisasi Difteri di MTs.Sunan Drajat Sugihwaras Lamongan, Siswa Histeris Larang Petugas Masuk Kelas

Petugas dari Puskesmas menunggu di depan pintu kelas, karena pintunya ditutup dari dalam oleh siswa. Foto:omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Teriakan hiteris para siswa bersahut-sahutan di Salah satu kelas MTs Sunan Drajat Sugihwaras Kalitengah Lamongan, Jawa Timur, Selasa pagi, (20/2/2018). Di ruangan salah satu kelas tersebut akan berlangsung imunisasi vaksin anti penyakit difteri yang dilakukan Puskesmas Kalitengah. Ruang kelas tersebut menunggu giliran dari kelas-kelas yang lain.

Sebanyak 150 siswa yang akan disuntik vaksin antre di masing-masing kelas menunggu giliran didatangi oleh petugas dari puskesmas. Saking lamanya mengantre, beberapa siswa yang takut disuntik pun menangis dan menjerit.

Bahkan ada satu kelas sempat menutup pintu kelasnya sembari memasang tulisan di kaca jendela kelas “PENYUNTIK DILARANAG MASUK”. Aksi ini sempat membuat petugas tersenyum melihat aksi mereka. Namun dengan pendekatan yang dilakukan oleh beberapa guru akhirnya mereka membuka pintu kelasnya.

Wakil Kepala Madrasah Urusan Kesiswaan, M. Zainul Rohman mengatakan memang anak-anak banyak yang takut dengan jarum suntik, makanya tempat pelaksanaan imunisasi ini tidak dikumpulkan dalam satu ruangan tapi dimasing-masing kelas saja biar tidak menambah takut siswa yang lain.

Ketika ditanya kanalindonesia.com, ketua kelas VII A, M. Yusril Khikam mengaku kalau teman-temannya membikin heboh. Saat hedak disuntik, mereka membuat ulah dengan menempel kertas yang isinya penolakan di kaca jendela kelas. Spontan, aksi ini membuat kelas yang lain tertawa melihat aksi kelas VIIA.

Beberapa guru dan petugas dari Puskesmas mengabadikan aksi mereka menggunakan kamera telepon genggam. “Sudah nervous sejak beberapa hari menjelang disuntik,” ujar Khikam.

Beberapa siswi yang sudah selesai disuntik vaksin anti difteri, terlihat mengusap-usap lengannya saat keluar dari ruang kelas.Diantara mereka kapok disuntik. Padahal masih ada dua tahap imunisasi lagi yang harus mereka ikuti beberapa bulan ke depan.

“Kapok, kapok. Ga mau lagi disuntik,” ujar salah seorang siswi setengah berlari. Matanya terlihat basah dan memerah. Berbagai cara dilakukan siswa untuk mengalihkan rasa sakit sesaat itu. Ada yang mendekapkan tubuhnya ke tubuh rekannya, ada p;ula yang pasrah sambil menghitung mundur dari angka 10 sampai 1.

Bidan Puskesmas Kalitengah, Suliatun, mengatakan dirinya punya cara jitu agar para siswa tidak takut disuntik cairan difteri. “Kita ajak bicara, supaya mereka tidak fokus ke suntikan,” kata Lia.

Menurut Lia, untuk tahap pertama setiap siswa disuntikkan sebanyak 0,5 mililiter cairan difteri. Proses suntikan hanya memakan waktu sepuluh detik. “Sebagian siswa kooperarif ketika menjalani proses suntikan,” ujar Lia.

Wakil Kepala Madrasah Urusan Kesiswaan, M. Zainul Rohman bersyukur 150 siswa didiknya berkesempatan untuk mendapatakan imunisasi.

“Mudah-mudahan sekolah lain juga mendapatkan hal yang sama,Orang tua siswa juga mendukung imunisasi ini,” ujar Zainul. (omdik)