Dewan Himbau ASN Sadari Tugas dan Tanggung Jawab sebagai Pelayan Masyarakat

H Lamuji, wakil ketua  DPRD Kab. Trenggalek.

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Revolusi mental dinilai menjadi keharusan bagi setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Hal ini dibutuhkan waktu yang tidak dalam pelaksanaanya. Sebab, harus dimulai dari diri sendiri, kemudian meluas di lingkungan keluarga, komunitas, masyarakat luas.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek dari Fraksi Demokrat  , H Lamuji  mengatakan untuk mewujudkan sebuah revolusi mental di pemerintahan, perlu dibangun kompetensi setiap ASN yang dimulai dengan mengubah cara pandang, cara berpikir dan cara bekerja, khususnya untuk merevolusi budaya kerja pelayanan. Agar ini dapat terwujud, ASN diimbau menyadari tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat dengan mewujudkannya dalam bersikap kepada masyarakat.

“Ada tiga masalah pokok yang sedang dihadapi bangsa ini, yakni merosotnya wibawa negara, rendahnya sendi perekonomian bangsa serta intoleransi dan krisis kepribadian bangsa. Sehingga dilakukan Revolusi Mental dengan membawa nilai-nilai penting seperti integritas, etos kerja dan gotong royong,” terangnya, Kamis , (22/2).

Selebihnya , politisi asal daerah pemilihan Pule, Suruh, Karangan dan Tugu  ini  menyampaikan, dalam memberikan pelayanan, tentunya kita sebagai pelayan masyarakat ada beberapa kriteria yang harus dijalankan yakni memberi senyum, ramah, sabar mampu meredam emosi, merespons cepat, membantu, menghormati, disiplin, tulus, mendengar, peka, tidak segan mengucapkan maaf atau terima kasih, menawarkan solusi, fokus, serta dapat dipercaya.

“Sesuaikan etika dan kearifan lokal agar ini bisa menyatu antar yang membutuhkan dan yang dibutuhkan,” tandasnya.

Dengan melakukan hal tersebut, maka kita sudah sampai pada tahapan revolusi mental bagi ASN. Hal ini juga lanjutnya sudah tertuang pada amanat Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, pada Pasal 3 huruf (a) ditegaskan bahwa ASN harus memberi layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.

“Normatif dan santun dalam prakteknya,” terangnya.

Untuk itu, dia mengajak seluruh ASN di Trenggalek khususnya dapat bersikap jujur, disipilin, konsisten, sikap tegas dan berdaya saing. Revolusi mental harus dijadikan momentum membangun bangsa Indonesia menjadi lebih hebat, lebih berbudaya dan sejahtera.

“Kita berharap memalui pemahaman tentang bagaimana merevolusi budaya kerja dalam pelayanan, bagaimana pelayanan publik yang baik dan tentang reformasi birokrasi serta manajemen perubahan dan pendidikan karakter, dapat diimplementasikan oleh semua ASN dalam menjalankan tugas melayani masyarakat,” harapnya.(abd)