Sikap Profesionalisme ASN melalui Revolusi Mental

Plt Sekda Kab. Trenggalek, Kusprigianto, saat menghadiri membangun etos kerja berlandaskan integritas dan kerjasama melalui revolusi mental Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemkab setempat,

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Revolusi mental menjadi sebuah paradigma yang penting yang akan diterapkan secara massive pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek. Hal ini didasarkan karena  Pemkab Trenggalek merupakan suatu institusi besar dengan berbagai macam jenis pekerjaan. Sekaligus melekat didalamnya sebuah tanggung jawab yang besar pula kepada masyarakat, bahkan tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Plt Sekda Kabupaten Trenggalek , Kusprigianto mengatakan, revolusi mental yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo, penting untuk diinisiasikan di kalangan pejabat negara yang sedang dipanglimai.

“Untuk menjadi pribadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang produktif diperlukan sebuah perubahan mindset dan paradigma revolusi mental untuk berusaha memahami, berpikir positif dan menemukan kebahagiaan spiritual, sehingga memandang melayani dengan hati bukan beban malainkan sebuah pengabdian dan panggilan jiwa,” ungkapnya, Selasa.

Dikatakannya, dalam rangka membangun etos kerja berlandaskan integritas dan kerjasama melalui revolusi mental Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Trenggalek sebagai liding sektor yang membidangi dimotivasi untuk  menggelar workshop tentang perubahan mindset dan paradigma Revolusi Mental bagi pejabat administrator lingkup Pemkab Trenggalek.

“Personal Transformation Program yang diikuti  35 pejabat administrator kita dorong untuk diadakan karena ini penting,” tandasnya.

Ini tetap untuk mumunculkan sikap profesionalisme aparatur pemkab sehingga timbul kepercayaan masyarakat dalam melayani mereka.

“Ketika ASN mempunyai mental dan moral yang baik, maka hal itu dapat mendorong terwujudnya profesionalisme dalam rangka menjadi pemerintahan yang baik (good governance) serta pemerintah yang bersih (clean government),” tegasnya.

Lebih lanjut Plt. Sekda Trenggalek menerangkan bahwa sebagai pejabat administrator harus bertanggung jawab memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan.

”Dalam menjalankan tugas saudara harus mampu menyiapkan bahan perumusan kebijakan, merencanakan kebijakan operasional, mengkoordinaikan program dan sekaligus melaksanakan monitoring dan evaluasi program atau kegiatan sesuai bidang tugasnya masing-masing,” pungkasnya.(ays)