Petugas Gabungan di Lamongan Mulai Intens Razia Orang Gila

Petugas gabungan dari Kepolisian, Dinas Sosial dan Satpol PP Kabupaten Lamongan merazia orang gila yang berkeliaran di wilayah Lamongan. Foto:omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Polres Lamongan dan Dinas Sosial Kabupaten Lamongan dibantu oleh Satuan Pamong Praja menggelar razia untuk orang gila yang berkeliaran di jalan. Razia ini diklaim sebagai tindakan pencegahan terkait beberapa isu, berita hoax serta kasus penganiayaan yang diduga melibatkan orang dengan kondisi gangguan jiwa sebagai pelakunya, serta persekusi terhadap orang gila.

Kegiatan gabungan yang dilaksanakan di dua kecamatan yakni Lamongan dan Sukodadi ini mampu menjaring 3 orang gila, salah satunya dibawa ke Dinas Sosial kemudian dilanjutkan untuk dikirim ke Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.

Razia orang gila itu merupakan instruksi Kepala Kepolisian Daerah Jatim, Inspektur Jenderal Polisi Machfud Arifin kepada Kepala Polres jajaran, untuk menekan isu teror orang gila yang beredar di lingkungan pesantren dan tempat ibadah.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Lamongan melakukan razia terhadap orang-orang gila yang berkeliaran di jalanan,” kata Kabag Humas Polres Lamongan, IPTU Sunaryono, Kamis (22/2/2018).

Lebih lanjut Sunaryono mengatakan, razia orang gila dilakukan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan mereka untuk kepentingan tertentu yang membuat resah masyarakat, termasuk terkait isu-isu penyerangan yang belakangan bikin heboh. “Saya tegas menyampaikan bahwa tidak ada itu penyerangan-penyerangan,” ujarnya.

Selain dengan Dinas Sosial, Sunaryono menyatakan pihaknya juga melakukan kerjasama dengan TNI terutama di tingkat Komando Rayon Militer (Koramil) untuk bersama-sama memberikan pengamanan terhadap simbol agama maupun tokoh agama.

Sebulan terakhir terjadi insiden meresahkan di sejumlah daerah di Jatim. Pertama terjadi perusakan masjid di Tuban pekan lalu. Beberapa hari kemudian, seorang ulama Pengasuh Pesantren Karangasem Paciran, Lamongan, KH Hakam Mubarok dikabarkan diserang orang tak dikenal.

Terbaru, kabar serupa melanda lingkungan Pesantren Al Falah Ploso, Kediri. Setiap kejadian memunculkan isu yang meresahkan masyarakat.(Omdik)