Dove Hairlympic Studio sambangi 10 Kota di Indonesia

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: Dove Total Hair Fall Treatment produksi Unilever Indonesia menggelar program bertajuk Dove Hairlympic Studio.

Event ini sebagai ajakan Dove kepada wanita Indonesia untuk memaksimalkan potensi diri dengan tebebas dari masalah rambut rontok.

Asima Haq, Head of Hair Care Division ‎Unilever Indonesia, mengayakan kegiatan ini hadir dalam bentuk roadshow di 10 kota di Indonesia pada bulan Februari – April 2028. Puncak kegiatan diadakan pada bulan Mei 2018 di Bali.

Kota-kota tersebut adalah Jakarta, Medan, Palembang, Bandung, Yogya, Semarang, Surabaya, Malang, Bali dan Makassar.

“Dove Hairlympic Studio ini merupakan wadah bagi wanita Indonesia menemukan solusi untuk membantu menguatkan rambut, tubuh dan pikiran, agar mereka terbebas dari permasalahan rambut rontok dan akhirnya mampu memfokuskan diri untuk berbuat all out dalam meraih potensi terbaik mereka,” ujar Asinan Haq kepada Kanalindonesia.com di The Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Asima percaya bahwa semua wanita Indonesia cantik. Wanita dalam kehidupan nyata ini menjadi inspirasi bagi Dove untuk mengembangkan produk ataupun program yang dijalankan. Sehingga produk maupun program tersebut menjawab keinginan wanita untuk menjadi lebih baik sesuai dengan kebutuhannya.

“Kami melihat bahwa rambut rontok masih menjadi masalah besar bagi wanita Indonesia. Hal ini bisa membatasi mereka dalam menjalani keseharian. Melalui Dove Hairlympic Studio ini kami mengajak wanita Indonesia untuk lebih memahami permasalahan ini dan segera menuntaskannya dari akarnya,” kata Asima.

Di sepanjang roadshow, kata Asima, akan diadakan sebuah challenge secara online maupun offline. Detail dari challenge ini bisa dilihat di http://www.dove.com/id/stories/campaigns/hairlympic/hairlympic-challenge.html.

“Pemenang dari challenge ini berhak untuk mengikuti acara puncak dari program ini, yaitu Dove Hairlympic Camp yang akan digelar di Bali pada bulan Mei 2018. Kami akan memilih 20 wanita Indonesia untuk berbagi pengalaman dengan sesama wanita lainnya terkait tema #StrongHairStrongHer versi mereka masing-masing,” ungkap Asima keturunan Pakistan.

Sementara itu, Gloria Novelita, SpKK, seorang dokter kulit dan kelamin yang juga hair expert, menjelaskan ada 3 faktor yang menjadi penyebab paling umum bagi kerontokan rambut, yakni faktor genetika, medis atau penyakit, dan lifestyle atau gaya hidup.

Gaya hidup manusia saat ini mempengaruhi pertumbuhan rambut di kepala, seperti kurangnya asupan gizi yang berguna untuk rambut mulai dari protein, vitamin dan mineral.

“Karena menginginkan kepraktisan, seringkali kita mengikat atau mencepol rambut terlalu kencang sehingga menyebabkan tekanan berlebihan pada folikel rambut, yang akhirnya rambut mudah rontok. Kita juga lupa menjaga asupan nutrisi ataupun melakukan aktivitas fisik yang cukup. Hal ini mengakibatkan kulit kepala dan rambut menjadi kekurangan nutrisi yang dibutuhkan serta menghambat sirkulasi darah sehingga pertumbuhan rambut akan terganggu,” jelasnya.

Dr. Gloria juga menyoroti peran wanita kini makin dituntut untuk memiliki peranan yang lebih banyak dan beragam. Berbagai tekanan yang mereka temui akhirnya mengakibatkan stress berkelanjutan yang menyebabkan sejumlah besar bagian rambut yang sedang tumbuh mengalami siklus telogen atau fase istirahat, yang tampak sebagai kerontokan rambut.

“Jika tidak segera diatasi, rambut yang dalam siklus ini akan dengan mudah rontok saat kita menyisir atau mencucinya,” katanya.

Untuk wanita berhijab, ia menyarankan hendaknya memakai bahan hijab yang katun atau menyerap keringat. Selain itu, memakai hijab jangan terlalu lama dan jangka waktu lama yang akhirnya menimbulkan rambut rontok.

“Kini banyak kok tutorial di YouTube cara memakai hijab yang simpel dan praktis. Kalau di rumah cuma ada anak dan suami, mungkin hijab bisa dibuka dulu” tutur dr. Gloria. @Rudi