Korban Dampak Luberan Waduk Joho Lamongan Mulai Bersihkan Rumah

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Sejumlah korban banjir akibat luberan Waduk Joho di Desa Brangsi Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mulai membersihkan rumahnya masing-masing. Mereka menguras air yang masih menggenang di beberapa bagian ruangan rumahnya.

Banjir akibat luberan Waduk Joho tersebut diawali guyuran hujan deras sekitar 5 jam di sebagian besar wilayah Kecamatan Laren, Solokuro dan sekitarnya, Kamis (22/2/2018) malam hingga Jum’at dini hari tersebut merendam sekitar ratusan hektar lahan pertanian di Desa Brangsi Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan dan Desa Sawo Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik serta beberapa pemukiman waga Desa Brangsi.

Rokhsam (69) Warga RT 02/RW 02 Desa Brangsi Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan adalah salah satu warga yang rumahnya tergenang air akibat luberan air Waduk Joho. Ketinggian air yang memasuki rumahnya sekitar 30 cm itu sempat merepotkan pemilik rumah tersebut. Rumah berdinding kayu yang berukuran 5 x 15 itu memang sering menjadi langganan luberan air ketika terjadi hujan yang sangat deras. Rumah Rokhsam terletak di pinggiran Desa Brangsi, dan kondisi rumah tersebut paling rendah dibanding tetangga kanan kirinya.

“Habis Shubuh tadi (ketinggian air) sudah mulai turun. Sekarang tinggal menguras yang di dalam rumah, tapi tergantung yang di Waduk sana kalau masih mengalir terus ya kita terus waspada atau kalau hujan lagi pasti akan kembali tinggi airnya” kata Rokhsam saat ditemui Kanalindonesia.com.Jum’at (23/2/2018)

Kegiatan warga tidak banyak terganggu karena hanya beberapa titik saja pemukiman warga yang tergenang itupun hanya disekitaran rumah. Sejumlah warga membersihkan sampah-sampah yang ada di kali terbawa oleh air di depan rumah mereka. Di sudut lain, beberapa anak asyik bermain bola di tengah jalan.

Kepala Desa Brangsi, Yudi Amin, mengatakan pihaknya mencoba koordinasi dengan Dinas PU Kabupaten Lamongan dan beberapa pejabat terkait untuk mengatasi permasalahan yang sering terjadi.

“Pemdes akan memprogramkan peninggian tanggul ditimur desa yang dibangun 7 tahun yang lalu, ketinggiannya 80 cm ini yang jadi prioritas kita kedepan”, jelas Amin.

Letak Desa Brangsi dengan Tanggul Waduk Joho berjarak 500 m. Dampak melubernya air dari Waduk Joho ini tidak terlalu menimbulkan kerusakan berat dipemukiman warga namun ratusan hektar lahan pertanian rusak berat. (Omdik)