Petani di Lamongan Bergotong Royong Perbaiki Jalan Pertanian

Petani di Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng Lamongan bergotong royong perbaiki jalan pertanian. Foto:omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Untuk memperlancar segala aktifitas menuju lahan pertanian, masyarakat terutama para petani Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan,  Jawa Timur melaksanakan gotong royong meningkatkan kualitas jalan pertanian sejauh 600 meter secara bertahap. Nuansa pedesaan dengan wujud gotong royong dilaksanakan untuk menuntaskan pekerjaan tersebut.

Berdasarkan pantauan kanalindonesia.com, saat melihat aktivitas masyarakat terutama petani tampak bergotong royong membangun jalan menuju area pertanian mereka.
“Kami dengan swadaya, gotong royong, memperbaiki jalan. Kami bergotong royong sendiri, mengandalkan alat-alat seadanya, yaitu cangkul,” ujar H. Sahid warga Desa Sumberwudi saat bersama beberapa petani lainnya tampak meratakan pedel uruk, Sabtu (24/2/2018) pagi.
Lebih lanjut H. Sahid mengatakan Jalan yang diperbaiki ini dilalui oleh petani, selama ini petani terkendala sarana transportasi dikarenakan jalanan masih tanah liat sehingga biaya angkut hasil pertanian akan bertambah. Dengan adanya. perbaikan jalan ini petani bisa ringan ongkos produksinya karena dengan menggunakan kendaraan bermotor roda dua bisa sampai pada lahan pertanian yang paling ujung.
Saat melintasi di sekitar jalan tersebut, wartawan kanalindonesia.com sempat menyaksikan warga bergotong-royong sekitar pukul 08.00 sampai dengan 10.15 WIB. Tua dan muda bekerja bakti memperbaiki jalan pertanian yang masih lembek karena dari dasar tanah.
Sebagian petani mengangkut pedel uruk dari pinggir jalan raya sejauh 300 m dengan menggunakan kendaraan bermotor roda dua. Pedel dimasukkan sak lalu dibonceng menuju lokasi jalan yang diperbaiki. Tampak pula mereka menggunakan cangkul meratakan pedel sesuai kebutuhan di jalan yang diperbaiki tersebut.
Sementara itu ketua Gapoktan Desa Sumberwudi, Suwarno mengatakan prakarsa untuk memperbaiki jalan ini muncul dari para petani sendiri karena memang tergolong kebutuhan sangat mendesak sehingga perlu diadakan perbaikan segera.(Omdik)