Perahu Berbahan PVC di Lamongan Sekarang Menjadi Pilihan

Proses pembuatan perahu berbahan pipa pvc di bengkel milik Surateno. Foto:omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Memasuki musim penghujan, banyak daerah yang mulai resah karena disana-sini air mulai memasuki lahan pertanian dan bahkan pemukiman penduduk pun dibeberapa tempat sudah ada yang tergenang oleh air. Bisa dari luapan sungai maupun anak sungai dan bisa juga dari luberan penampungan air, bisa berbentuk telaga, embung bahkan waduk.

Wilayah Kecamatan Kalitengah dan Turi yang termasuk didaerah aliran sungai Bengawan Jero juga sudah merasakannya. Area pertanian dan perikanan sudah banyak yang tenggelam karena ketinggian air setiap hari semakin naik, jalan-jalan kampung pun dibeberapa titik sudah mulai terlihat tergenang dengan kedalaman yang berbeda, mulai dari 20 cm hingga 50 cm. Transportasi darat akhirnya ditinggalkan dan beralih menggunakan perahu sebagai sarana aktifitas berpergian ketika musim banjir seperti ini.

Pantauan kanalindonesia.com di wilayah bengawan jero banyak perahu berlalu lalang, ada yang pergi ke pasar, ke sawah dan lain sebagainya, bahkan anak-anak pergi ke sekolah ada yang membawa perahu.

Perahu-perahu tersebut rata-rata berbeda dengan perahu yang ada di wilayah lain. Pada umumnya perahu biasanya dibuat dari bahan dasar kayu, namun perahu yang banyak berlalu lalang di wilayah bengawan jero berbahan dasar pipa pvc (paralon).

Banyak orang pasti akan mempertanyakan apa keunggulan dari perahu yang terbuat dari pipa Poly Vinyl Cloride (PVC) dibandingkan perahu yang terbuat dari kayu jati.

Apalagi, karena sudah banyak masyarakat dari Lamongan yang beralih memilih menggunakan perahu yang terbuat dari pipa PVC, padahal sebelumnya, warga Lamongan di kawasan bengawan njero (sebutan untuk kawasan utara yang dilintasi anak sungai Bengawan Solo) telah lebih dahulu banyak menggunakan perahu berbahan kayu jati.

Mahalnya bahan baku kayu jati dan sejenisnya belakangan, membuat pengrajin perahu di Lamongan harus memutar otak untuk tetap bisa berproduksi, tidak sedikit juga dari mereka tidak melanjutkan memproduksi perahunya.

Namun tidak demikian bagi Surateno, warga Dusun Klayar Desa Somosari, Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan Jawa Timur ini, pengrajin satu ini masih tetap eksis sampai saat ini, karena ia mampu berinovasi dengan mengganti bahan baku kayu dengan Pipa PVC untuk dijadikan perahu.

“Ya Alhmadulillah mahalnya kayu jati membuat saya menemukan ide untuk mengganti bahan tersebut dengan Pipa PVC, dan sampai sekarangpun perahu pipa ini sudah digandrungi warga di Bengawan Jero,”kata Surateno kepada kanalindonesia.com, Minggu (25/2/2018).

Surateno mengaku, ada banyak kemudahan dalam membuat perahu dari pipa PVC dibandingkan dengan bahan dasar kayu jati.”Lebih mudah pembuatan paralon, satu perahu 4 hari sudah selesai,” tandasnya.

Dari segi harga, perahu berbahan pipa PVC menawarkan harga yang lebih murah. Harga perahu dari pipa paralon Rp 6 juta dan dengan ukuran yang sama untuk perahu berbahan kayu jati harganya bisa lebih dari Rp 10 juta. “Lagi pula, perahu berbahan baku dari paralon (pipa PVC, red) lebih awet”, terangnya.

Untuk membuat perahu dengan ukuran panjang 6 meter, terang Suratno, dirinya membutuhkan pipa PVC sebanyak 2 potong dan 0,5 potong pipa dimana ini akan menghasilkan perahu dengan tebal 11 milimeter. Surateno mengaku, modal awal pada 2011 ketika dirinya memulai usaha ini adalah Rp. 20 juta yang ia dapat dari hutangan. Modal Rp. 20 juta ini ia pakai untuk membeli pipa PVC bekas dari salah satu pabrik.

Harga perahu rata-rata yang dibuatnya berukuran 6 meter adalah Rp. 7,5 juta, tetapi penghasilannya akan meningkat apabila Ia membuat perahu dengan ukuran yang jauh lebih besar dan panjang.”Ada yang harganya 14 juta yang ukurannya paling besar,” lanjut Surateno

Menurutnya, pesanan perahu dari pipa PVC akan melonjak tajam apabila air di kawasan Lamongan dan kota sekitarnya air sudah melimpah atau saat musim hujan seperti ini.

Surateno menjelaskan, pesanan perahu tidak hanya datang dari Lamongan saja, melainkan produk perahu pipa PVC-nya sudah bisa dinikmati tetangga kota Lamongan. BPBD Kabupaten Lamongan dan Gresik juga pernah pesan perahu masing-masing 5 unit bahkan pula ada yang dari luar Jawa sempat magang belajar membuat perahu tersebut.

“Sudah pernah saya kirim keluar daerah, ke Tuban, ke Gresik. Sudah banyak pesanan dari luar kota, tetapi paling banyak ya Lamongan saja,” pungkasnya. (Omdik)