Dilema Petani Padi, Panen Melimpah Harga Anjlok

KANALINDONESIA.COM, MAGETAN: Memasuki musim panen,harga gabah kering magetan kembali anjlok. Harga gabah kering yang sebelumnya sempat mencapai Rp 6.800 /kg pada awal januari kemarin,kini anjlok menjadi Ro 4.700- Rp 4.900/kg bahkan bisa turun lagi.

Turunnya harga gabah ini diduga akibat musim panen di sejumlah wilayah di magetan,sehingga stok gabah mulai banyak.

Rebo,salah satu petani mengaku merugi atas anjloknya harga gabah kering di tingkat petani.dia berharap harga gabah kering panen jangan sampai di bawah harga Rp 5.000, sebab tidak sebanding dengan biaya tanam,perawatan dan biaya pembelian benih serta pupuk.

“ Harapan kami selaku petani ya hanya bisa berharap harga gabah segera normal kembali, jangan sampai di bawah harga Rp 5.000, karena tidak nutut dengan biaya pembelian benih, tanam dan perawatannya, apalagi pupuknya”.ungkapnya.(24/2)

Hal tersebut berbanding terbalik dengan yang diungkapkan oleh kepala Bulog Subdivre 13,Anita Andriani, pihaknya mengaku belum berani melakukan pembelian gabah di tingkat petani, dikarenakan harga gabah di tingkat petani masih cukup tinggi.

“Bulog belum berani melakukan pembelian gabah di tingkat petani,karena harga gabah di tingkat petani masih cukup tinggi”. Ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat dilema para petani, disaat panen melimpah, harga jual turun, ditambah daya beli dari pemerintah yang menetapkannya dengan harga yang rendah pula. jelas tidak sebanding dengan biaya produksi petani.(Choiri)