Program Pertanian Terpadu, Plt Bupati Tegaskan Sebagai langkah Dukung Program Desa Emas

Plt Bupati Trenggalek, H Moch Nur Arifin saat kunjungi rumah produksi Pupuk Organik Cair (POC) milik Koperasi Tani (Koperta) AL-Mubarok di Kecamatan Pogalan bersama KEIN

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Trenggalek, H. Moch. Nur Arifin menegaskan jika pertanian terpadu sebagai implementasi program Pengembangan Agro Industri Pedesaan Berbasis Pertanian Pajale dan Pembentukan Tekchnopark Agro Industri Desa akan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Trenggalek. Program itu pula yang diproyeksikan mendukung program desa emas dari Presiden RI Joko Widodo.

Hal ini ditegaskan Moch Nur Arifin saat menerima kunjungan dari Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Pokja Industri Pedesaan yang diketuai oleh Aries Mufti di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin.

Plt. Bupati Moch Nur Arifin mengatakan , mengapa pihaknya memilih Pengembangan Agro Industri Pedesaan Berbasis Pertanian Pajale dan Pembentukan Tekchnopark Agro Industri Desa seperti di Desa Pogalan.

“Kenapa pertanian, karena enam puluh persen dari penduduk Trenggalek adalah petani. Kenapa harus terpadu, karena dengan keterpaduan maka biaya produksi akan lebih murah. Karena itu pertanian menjadi sektor penting dalam pembangunan, yang diharapkan para petani ini di Trenggalek bisa berdaulat,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pemkab Trenggalek , akan mendorong serta memfasilitasi petani dengan kelembagaan ekonominya berupa koperasi yang sedang berjalan itu.

“Dengan kesadaran dan komitmen dari anggota koperasi ini, nantinya selaku unsur pimpinan daerah semua akan mensinergikan kebijakan yang bisa dibuatnya sebagai upaya untuk pemasaran. Misalnya dengan edaran untuk pemakaian produk beras organik dan hasil pertanian lainnya untuk kegiatan pemerintah daerah,” imbuh Arifin.

Dikesempatan tersebut, Moch Nur Arifin juga mengingatkan pentingnya kesadaran untuk membantu pengentasan kemiskinan oleh para petani. Sehingga pengelolaan industri pertanian disyaratkan dalam wadah koperasi, dimana manfaat, keuntungan dan kerugian ditanggung bersama.

“Selain itu juga pentingnya kesadaran berbagi dengan menyisihkan sebagai keuntungan melalui zakat yang dikelola oleh Unit Pengelola Zakat (UPZ) untuk disalurkan pada para masyarakat yang lebih membutuhkan,” tegasnya.

Ketua Pokja Industri Pedesaan KEIN, Aries Mufti bersama rombongan berkunjung ke beberapa lokasi diantaranya kawasan agro Dilem Wilis di Kecamatan Bendungan, rumah produksi Pupuk Organik Cair (POC) milik Koperasi Tani (Koperta) AL-Mubarok di Kecamatan Pogalan, serta Rumah Cokelat di Kecamatan Karangan.

“Harapan semua untuk mewujudkan Desa Industri Mandiri sebagai strategi menuju Desa Emas yang selaras dengan amanat presiden Joko Widodo untuk membentuk Desa Emas 2045, yang floatingnya akan dimulai dari Trenggalek,” pungkas Aries.(hamzah)