Puncak Peringatan HPN 2018, PWI Ponorogo Bareng KWT Desa Lembah Launching Refugia

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) Cabang Ponorogo menggelar puncak peringatan Hari Pers Nasional ( HPN) 2018, di Desa Lembah, Kecamatan Babadan, Ponorogo, Jatim, Minggu (25/02/2018).

Acara yang dihelat bersama Kelompk Wanita Tani Desa Lembah, yaitu dengan melakukan peluncuran Refugia.

“Salah satu cara yang mudah dan efektif untuk melakukan sosialisasi adalah melalui publikasi di media. Di sinilah pers memegang peran penting, termasuk sosialisaai program di bidang pertanian. Pertanian di negeri kita harus bangkit karenanya bagaimana bertani yang baik, ekosistem yang terjaga, kualitas hidup yang meningkat, maka harus didorong melalui peran media untuk ikut menyukseskan program tersebut,” ucap Hadi Sanyoto, Ketua PWI Cabang Ponorogo.

Wakil Bupati Ponorogo Soejarno yang hadir untuk melakukan launching tanaman refugia, mengaku senang dan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PWI Ponorogo. Bunga indah warna- warni di sekitar persawahaan, ternyata bukan sebagai penghias saja, tapi sebagai pemikat serangga pemangsa tanaman padi.

Menurut Wabup, tanaman refugia sebagai penangkal hama hayati ini harus dikenalkan kepada seluruh petani di Ponorogo. Sehingga pihaknya berharap seluruh kecamatan di Ponorogo, diminta untuk menerapkan apa yang ada di Desa Lembah, Babadan itu.

Soejarno juga mengapresiasi PWI yang merangkul petani dalam memperingati hari lahirnya  ke 72 ini. Sebab pewarta ternyata juga memiliki kepedulian sosial untuk kesejahteraan para petani.

“Tugas wartawan menyampaikan berita, tapi ini dalam bentuk fisik, memberikan info ke masyarakat tentang hama refugia, dengan langsung terjun ke masyarakat. Sehingga masyarakat khususnya petani akan tahu manfaat refugia ini. Dan gupon burung hantu, menjadi tempat burung hantu sebagai predator hama. Saya mau bikin. Kedepan sangat membantu, karena pertanian itu sumber kehidupan. Jangan disini saja, kalau bisa serentak ke seluruh area pertanian di Ponorogo,” kata Soejarno.

Hiburan reog menjadi magnet tersendiri sehingga acara itu juga dihadiri oleh ratusan masyarakat. Selain itu, agar tetap sehat maka juga digelar senam sehat petani, juga masalah pilkada yang dilakukan sosialisasi  out door KPU Ponorogo. Untuk mendekati pelajar agar tahu seluk beluk dunia pers maka PWI juga menggelar lomba fotografi pelajar  yang diikuti oleh puluhan pelajar SMP dan SMA/SMK se Ponorogo. Lomba fotografi pelajar  ini yang kedua kalinya digelar oleh PWI Ponorogo.

Rangkaian acara HPN 2018 ini, sebelumnya PWI Ponorogo juga menggelar acara di kampus Unmuh Ponorogo berupa dialog tentang media dengan mahasiswa, dengan narasumber Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dan juga pimred Radar Madiun pada 9 Februari lalu. Sebelumnya HPN diawali pada Januari 2018 , PWI bekerjasama dengan SMAN 3 Ponorogo  menggelar lomba SMAGA journalist adventure. Yaitu mengajak pelajar SMP bergembira dengan belajar meliput, menulis dan presentasi sebuah berita. Acara ini berlangsung di SMAN 3 jl Yos Sudarso, selama dua hari (22-23 Januari)  yang diikuti puluhan  pelajar SMP/MTs se Ponorogo.

“Alhamdulillah semua rangkaian acara Hari Pers Nasional 2018 berjalan dengan lancar, ini semua berkat kerja sama dan kekompakan temen-temen,” ucap ketua panitia Hari Pers Nasional ( HPN) 2018 PWI Ponorogo, W. Arso.

Penasehat PWI Cabang Ponorogo yang juga pemilik media online ini menambahkan,”kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dan mensuport sehingga semua bisa berjalan sesuai harapan,”pungkasnya.(sam)