Ratusan Guru di Kemenag Siap Deklarasikan PGIN, Rapatkan Barisan Tuntut Nasib

Soliudin , Ketua PGIN Cabang Trenggalek, Senin, (26/2). (hamzah)

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Menyatukan hati dan nasib sesama pengabdi negara, sebanyak 500 guru inpassing (penyetaraan-red) di lingkup Kantor Kementrian Agama Kabupaten Trenggalek Jawa Timur bersiap mengadakan deklarasi. Deklarasi yang merata di seluruh Indonesia ini akan menjadi bukti bahwa kesejahteraan dan status pengabdiannya minta lebih diperhatikan oleh pemerintah termasuk Pemerintah Kabupaten Trenggalek walaupun secara institusi bukan menjadi kewenangan pemkab.

Deklarasi yang sedianya akan digelar besok , Rabu, (28/2) akan menghadirkan pejabat tinggi daerah , seperti halnya Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek , Kemenag dan pejabat lain yang berkompeten dalam hal ini.

Ketua Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN) Kabupaten Trenggalek , Soliudin, mengatakan kondisi anggota guru inpassing di daerah sangat memprihatinkan. Selain kesejahteraan yang masih sangat terbatas, status yang disandangnyapun juga belum lah jelas pula.

“ Deklarasi PGIN di Kabupaten Trenggalek perlu digelar agar semua komponen membuka mata hati dengan nasib kami sebagai penebar ilmu dan mendidik bangsa ini,” katanya, Senin, (26/2) di Trenggalek.

Berkenaan dengan itu, maka dirinya bersama dengan para guru yang lain dengan kesamaan nasib , lalu berupaya agar secepatnya mendapat perhatian dari pemerintah di profesi yang kini didalamnya mereka mengabdikan diri.

“PGIN ini sebagai lembaga profesi dan pada pasa 44 Undang-undang No 74 tahun 2008 kita punya hak untuk berserikat dalam profesi kita,” tandasnya.

Dia mengaku sudah 16 tahun mengabdi sebagai guru di lingkup Kementrian Agama Kantor Trenggalek. Sejak tahun 2011 telah diakui melalui surat keputusan Kementrian Agama Republik Indonesia, namun anehnya anggaran yang diterimakannya melalui kemenag kabupaten baru tahun 2015.

“Kita terimakan honor guru baru pada tahun 2015 , jadi kita menunggu selama 3 tahun baru bisa merasakan honor itu,” tuturnya.

Padahal masih disebut Soliudin, banyak dari rekan seprofesinya yang jauh lebih lama masa kerjanya . Ada yang hampir 20 tahun mengabdi. Hal ini menunjukkan integritas sebagai tenaga profesionalitasnya dengan dibuktikan di SK kementrian Agama RI tidak perlu diragukan lagi.

“Nasib kami minta diperhatikan agar secepatnya diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara,” tegasnya pula.

Sementara , Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek, Sukarodin , mengaku kaget akan ratusan guru di kemenag Trenggalek yang masih berstatus inpassing. Namun pihaknya tidak keburu menanggapi karena memang secara vertikal kemenang punya jalur sendiri.

“Kita perhatikan . tetapi kita butuh koordinasi dari pihak kemenag Trenggalek,” pungkasnya.(hamzah)