Masa Kampanye, Panwascam Karanggeneng Tetap Bersihkan APK Di Luar Ketentuan

Panwascam Karanggeneng bersama Satpol PP membersihkan APK diluar ketentuan
Foto:omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Panwascam Kecamatan Karanggeneng, sepertinya ingin memastikan baliho atau banner, sebagai alat peraga kampanye milik peserta di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, yang tidak sesuai dengan ketentuan tidak terpasang di masa kampanye kali ini. Sampai saat ini, bersama Satpol PP, Panwascam terus melakukan pembersihan baliho diluar ketentuan, di sejumlah jalan protokol hingga sudut pemukiman.

Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Karanggeneng Lamongan bersama Pol PP terus menyisir dan menurunkan Alat Peraga Kampanye (APK) atau baliho milik calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur yang ada di masing-masing desa di kecamatan setempat, pada hari Senin (26/2/2018)

Penyisiran dan penurunan serentak APK sejak 14 Februari 2018 lalu, dilakukan karena akan dilaksanakannya tahapan kampanye pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur pada 15 Februari 2018. Sedangkan APK yang ditertibkan dipasang dipohon, tiang listrik dan tempat-tempat umum lainnya. Sehingga APK di Kecamatan Karanggeneng bisa lebih tertib dan tidak menyalahi peraturan.

Menurut Ketua Panwascam Karanggeneng A’an Khunaefi, agenda penyisiran, pembersihan dan penurunan APK yang dilakukan di desa-desa sudah dijadwalkan sejak beberapa hari sebelumnya. Terlebih Panwascam Karanggeneng bersama Sat Pol PP sudah memberikan imbauan kepada partai politik berikut relawan agar tidak memasang APK yang tidak sesuai aturan atau dipasang di tempat-tempat yang dilarang.

”Hari ini kita masih melakukan penyisiran, pembersihan dan penurunan APK di desa-desa, khususnya 18 desa yang ada di Kecamatan Karanggeneng. Ini sudah menjadi tugas, kewenangan dan kewajiban kami selaku Panwascam untuk menertibkan APK”, terang Aan.

Dijelaskan, dalam masa kampanye, APK, banner hingga selebaran, untuk sosialisi pasangan calon peserta Pilkada, telah disediakan oleh KPU. Sehingga, gambar calon meskipun berupa program pemerintah yang mengarah pada kampanye, sepatutnya diturunkan karena dinilai diluar ketentuan.

Dalam pantauan kanalindonesia.com ada beberapa baliho calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur  yang dipasang di papan reklame salah satu milik partai pendukungnya serta ada pula yang yang dipasang beberapa hari lalu dengan memakai kerangka bambu.

Menghindari terjadinya kesalah pahaman saat pembersihan APK, ia meminta agar tim pemenangan ataupun LO mensosialisasikan kepada jajaran tim pemenangan hingga ketingkat terendah.

“Mengingat semakin dekatnya penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur, maka kami mohon hal ini benar-benar dapat menjadi perhatian dan kiranya dapat dipatuhi. Dan tidak ada lagi APK yang masih dipasang ditempat terlarang,” jelas Aan sapaan akrabnya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan bahwa Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur serentak pada 27 Juni 2018 mendatang sudah semakin dekat. Oleh karenanya, Ia tidak henti-hentinya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Kecamatan Karanggeneng yang sudah mempunyai hak pilih. Akan tetapi belum terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT), maka dihimbau agar dapat segera mendaftarkan diri ke TPS terdekat.

Sehingga pada saatnya pemilu nanti dapat menggunakan hak suaranya dengan baik satu suara dapat menentukan nasib Jawa Timur lima tahun ke depan.

”Kami juga akan selalu melakukan pengawasan pada kampanye calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan digelar nanti,” pungkas Aan.(Omdik)