Kasasi Pasangan “MAHAR” Cabup-cawabup dari jalur Independen Ditolak MA RI

KANALINDONESIA.COM, PAMEKASAN: Kasasi pandangan bakal calon bupati dan wakil bupati pamekasan 2018, yakni Marzuki dan Hariyanto Waluyo (MAHAR) yang mendaftar melalui jalur Independen atau perseorangan, resmi ditolak oleh Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia. Putusan penolakan MA RI tersebut, dibenarkan oleh ketua KPU Pamekasan Moh. Hamzah.

Ketua KPU Pamekasan Moh. Hamzah mengatakan, bahwa MA RI memang sudah resmi menolak gugatan tim “Mahar” dengan surat putusan yang bernomor: 121 K/TUN/PILKADA/2018 tertanggal Selasa (13/2/2018) lalu.

“Surat fisiknya sari MA RI sudah kami terima kemaren mas, jadi Mahar sekarang sudah resmi tidak bisa mengikuti pilkada pamekasan 2018, karena keputusan MA RI itu sudah final dan mengikat,” kata Moh. Hamzah, Ketua KPU Pamekasan lugas, selasa (26/02).

Perlu diketahui, bahwa Pasangan Mahar sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati itu sebelumnya mendaftakan diri ke KPU Pamekasan melalui jalur independen. Namun oleh KPU tidak diterimanya, dan dinyatakan gagal karena tidak memenuhi syarat administratif yang telah ditetapkan. Akan tetapi, paslon Mahar, mengklaim bahwa persyaratannya itu sudah legkap dan sudah sesuai dengan peraturan yang telah diberlakukan.

Karena tidak puas dan merasa tidak diindahkan dengan keputusan KPU, Tim Mahar kemudian melaporkannya ke Bawaslu dengan menyertakan bukti-bukti kesalahan KPU yang menyatakan pihaknya itu telah gagal secara administratif untuk bisa mengikuti pelaksanaan pilkada serentak 2018.

Sengketa itu, kemudian merujuk kepersidangan di Bawaslu Pamekasan dan sama-sama menghadirkan penasehat hukum. Dalam proses sidang itu, nampaknya berlangsung alot hingga beberapa kali sidang, namun akhirnya pimpinan sidang memutuskan menolak tuntutan tim “Mahar”.

Gagal di Bawaslu Pamekasan, tim “Mahar” kemudian melanjutkan gugatan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya. Namun, lagi- lagi upaya itu selalu menemui jalan buntu. Pihak PTTUN pun, menolak gugatannya itu.

Karena masih tidak puas, Tim “Mahar” kemudian langsung melanjutkan gugatan kasasi ke MA RI. Namun sayang, upayanya itu akhirnya tetap berakhir kandas, setelah pihak MA RI mengeluarkan surat putusan penolakan dengan nomor 121 K/TUN/PILKADA/2018 tertanggal Selasa (13/2/2018) lalu.

Dalam surat tersebut, terdapat dua poin penting putusan berdasar dari berbagai pertimbangan. Sehingga, pihak MA RI mengadili dengan menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi pasangan “Mahar”, serta menghukum pemohon kasasi membayar biaya kasasi pada tingkat kasasi sejumlah Rp 500 ribu. (Nang/Ifa).