Limbah Kulit Pisang, Telur dan Ampas Kopi Antar MTs Putra Putri Simo Juara

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Keprihatinan siswa terhadap prilaku petani dalam pengelolahan sistem pertanian yang mayoritas menggunakan bahan kimia, membuat siswa MTs Putra Putri Simo Sungelebak mencoba mencari solusi terbaik untuk bisa membantu memberikan bantuan ide untuk peningkatan kualitas pertanian yang lebih baik dan aman.

Petani harus berani mengurangi pupuk kimia agar keseimbangan ekosistem bisa terjaga. Pupuk organik adalah salah satu bahan yang sangat penting dalam upaya memperbaiki kesuburan tanah secara aman.

Kulit pisang, kulit telur dan ampas kopi tidak hanya menjadi sampah yang memenuhi tong-tong dan bak-bak sampah di sekitar kita. Kini, siswa MTs Putra Putri Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan, Jawa Timur menemukan inovasi baru membuat pupuk organik berbahan dasar jenis sampah di atas.

Sekelompok pelajar dari MTs Putra Putri Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan yaitu Eva Noviana Maulanur R, Ainur Farida Alfi Rohmatin dan Firna Nahwa Firdausi ketiga siswa ini tertarik dengan keluhan para petani di sekitar tempat tinggalnya terhadap permasalah pupuk yang selama ini dikeluhkan dan dilakukan oleh para petani.

“Ini merupakan inovasi dari siswa yang mengembangkan agribisnis pertanian, dengan membuat pupuk  organik yang bahan bakunya dari kulit pisang,  kulit telur dan ampas kopi yang selama ini menjadi sampah di lingkungan kita,” kata pembimbing, Faris Budianto kepada kanalindonesia.com, Selasa (27/2/2018).

Kelebihan dari pupuk organik ini, memacu pertumbuhan tanaman dan pembentukan buah. Pasalnya,kulit pisang mengandung nutrisi yang ampuh untuk tanaman, seperti kalsium, magnesium, sulfur, fosfat potasium, dan sodium.

Kulit telur sendiri meningkatkan kandungan kalsium tanah. Kalsium sendiri baik untuk pertumbuhan tanaman serta mencegah matinya akar pada tomat dan labu labuan. Sementara ampas kopi berfungsi sebagai pupuk umum, menambah unsur organik, dengan meningkatkan drainase, menyimpan air dan meningkatkan ventilasi udara bagi tanah. Seiring dengan proses pembusukan, ampas kopi juga menambahkan kandungan nitrogen dalam tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman.

“Kami berusaha menerapkan hasil belajar siswa kami untuk pemanfaatan limbah yang ramah lingkungan salah satunya dengan membuat pupuk dari limbah kulit pisang, kulit telur dan ampas kopi ini,” kata Faris

Hasil penelitian siswa MTs Putra Putri Simo ini sempat mendapatkan penghargaan sebagai juara 3 dalam Lomba Karya Daur Ulang di Lamongan pada tanggal 18 Pebruari 2018 yang diikuti oleh beberapa lembaga pendidikan dari wilayah kabupaten eks Karesidenan Bojonegoro.(Omdik)