PDIP Trenggalek Amankan Rekom Rakornas, Siap Raih 12 Kursi di Pileg

Guswanto Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kab. Trenggalek yang siap beratrung di pileg 2019.

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek siap mengamankan hasil rekomendasi Rapat Koordinasi Nasional (rakornas) ke 3 di Bali. Hasil rekom rakornas ini akan ditindaklanjuti melalui forum Rakeda di tingkat Jawa Timur serta Rakercab di Kabupaten Trenggalek.

Termasuk hasil rekom Rakornas ke 3 di Bali yang memutuskan Joko Widodo sebagai Calon Presiden dalam pemilu Presiden 2019 mendatang. Selain itu menyiapkan tahapan rekrutmen calon anggota DPRD kabupaten dan DPRD Propinsi pada Juli 2018 dengan mentargetkan perolehan 12 kursi di parlemen daerah kabupaten.

Guswanto , Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menegaskan langkah usai mengikuti Rakornas ke 3 di Bali di partainya kini menyiapkan langkah agar target perolehan kursi di DPRD Kabupaten Trenggalek sebanyak 12 kursi dari empat daerah pemilihan yang ditetapkan KPU Trenggalek.

“ Kita kemarin peroleh 9 kursi , maka kita optimis dapat menambah menjadi 12 kursi di pileg 2019,” katanya, Selasa, (27/2) di Trenggalek.

Kesiapan yang dilakukan agar bisa mengamankan perolehan kursi di Pileg 2019 nanti adalah mengkonsolidasikan mesin partainya sampai di tingkat bawah atau anak ranting.

“Kawan-kawan di bawah sudah terbiasa bekerja untuk rakyat , jadi nanti dimungkinkan siap untuk memenangkan pileg,” lanjutnya.

Politisi kawak ini juga kader yang ada di naungan partainya untuk terus mengembangkan kinerja partai supaya partai ini mampu mempertahankan diri dari penilaian buruk di masyarakat yang sekarang ini samar dihembuskan oleh pihak yang tidak ingin demokrasi di Indonesia ini berjalan baik.

“ Sebagai kader harus bisa mencitrakan dirinya agar masyarakat kita tidak apriori terhadap partai sebagai pilar bangsa,” tandasnya.

Dikatakannya, dari keempat daerah pemilihan (dapil) yang menjadi keputusan KPU Trenggalek dalam pelaksanaan Pileg 2019 nanti dan tidak ada perubahan peta dapil, mendorong semangat untuk merajut tali komunikasi dan koordinasi yang dilakukan kader di bawah .

“Kesempatan kepada para kader apalagi yang akan maju di Pileg karena dapilnya tidak berubah berikut wilayah kecamatannya yang masuk pada dapil itu,” pungkasnya. (ahmad)