Baznas Sasar Kementerian dan BUMN Dalam Pengumpulan Pajak

Ketua Baznas Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA, dan anggota Baznas Emmy Hamidiyah, M.Si, usai beraudiensi dengan Ketua dan Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) tentang pengelolaan zakat bagi para anggota AAUI, di Jakarta.

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melakukan pendekatan intensif ke lembaga-lembaga pemerintah, kementerian dan BUMN dalam pengumpulan zakat.

Pendekatan ini terlihat dengan makin maraknya terbentuk unit pengumpul zakat (UPZ) di instansi dan korporasi pelat merah ersebut, seperti Semen Padang, Semen Gresik, Semen Indonesia dan Bank BNI.

“Alhamdulillah, jumlah UPZ semakin meningkat. Insya Allah fenomena ini semakin menunjukkan kesadaran berzakat yang bisa menjadi salah satu solusi andal mengentaskan kemiskinan dengan mengubah mustahik menjadi muzaki dengan program-program zakat,” ujar Kepala Divisi Pengumpulan UPZ Baznas, Faizal Qosim, Lc yang didampingi Kabag UPZ Mohan, SE, ME.i kepada Kanalindonesia.com di Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Faizal mengungkapkan, pihaknya secara rutin melakukan roadshow ke lembaga-lembaga pemerintah dan BUMN untuk mensosialisasikan UPZ.

“Saat ini terdapat 103 UPZ dengan rincian 16 UPZ kementerian, 21 UPZ lembaga negara, 20 UPZ BUMN dan 46 UPZ swasta,” ungkap Faisal.

“Ada sekitar 49 lembaga amil zakat (LAZ) yang sudah lolos proses pertimbangan, akreditasi dan supervisi BAZNAS sehingga bisa mendapatkan izin dari Kementerian Agama,” imbuh Faisal yang juga lulusan S1 Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Sementara itu, Kabag UPZ Baznas Mohan, SE, ME.i menjelaskan selama bulan Februari dan Maret 2018, pihaknya melalui Divisi Pengumpulan UPZ mensosialisasikan pegelolaan zakat ke BUMN pertambangan.

“Di antaranya Baznas ke PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (PT DAK) yang dipimpin Direktur Operasional Didik Riyadi dan Direktur Keuangan Bapak Dodi Setiabudi dan beberapa calon pengurus UPZ Baznas PT DAK,” kata Mohan.

Ia menambahkan, sosialisasi juga digelar di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) bertemu Direktur Utama Yenita dan beberapa calon pengurus UPZ Baznas-RSBT. PT DAK dan RSBT merupakan anak perusahaan PT Timah. PT Timah sendiri sudah menjadi UPZ Baznas sejak tahun 2014.

“Alhamdulillah, setelah PT Timah menunaikan zakat ke Baznas, masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya telah banyak terbantu. Donasi dalam bentuk program beasiswa pendidikan, bantuan kesehatan, rumah layak huni, modal usaha dan lain-lain. Kita berharap, dengan PT DAK dan RSBT menjadi UPZ Bazmas, program pengentasan kemiskinan menjadi lebih banyak lagi,” jelasnya.

Mohan menyoroti, sosialisasi UPZ juga dilakukan di PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau PT Inalum yang merupakan induk BUMN pertambangan. Tim Baznas bertemu dengan General Manager PT Inalum Joko Susilo, S.Si, M.Si, yang juga ketua Ikatan Warga Islam Inalum (IWII) didampingi pengurus IWII dan calon pengurus UPZ Baznas PT Inalum.

“Kami bersama PT Inalum akan mensinergikan pengelolaan zakat untuk masyarakat di sekitar domisili perusahaan. Insya Allah rencana ini akan direalisasikan Maret mendatang,” harap Mohan.

Pada awal bulan Maret 2018, kata Mohan, pihaknya menjadwalkan pertemuan dengan General Manager PT Bukit Asam dan dilanjutkan dengan PT Antam serta PT Freeport.

“Semoga dengan menjadi UPZ Baznas, BUMN pertambangan bisa menyalurkan zakat untuk masyarakat di sekitar tempat mereka beroperasi. Sehingga keberadaan korporasi negara ini semakin dirasakan manfaatnya oleh para mustahik,” kata dia.

Mohan memaparkan, tak hanya BUMN, pihaknya juga memaksimalkan sosialisasi UPZ ke lembaga pemerintah. Kemudian, mensosialisasikan UPZ ke Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Masjid Al-Amanah, Komplek Kemenkeu, Jakarta, pekan lalu.

“Insya Allah pemotongan zakat di bulan Maret 2018 di Kemenkes dapat berjalan lancar dan Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu akan menjadi UPZ sebelum bulan Ramadhan,” tutur Mohan.

Kampanye zakat, kata Mohan, juga berderap di perusahaan swasta. Baznas menyampaikan paparan dan diskusi tentang zakat dengan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Dipimpin Ketua Baznas Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA, dan anggota Baznas Emmy Hamidiyah, M.Si, beraudiensi dengan Ketua dan Direktur Eksekutif AAUI tentang pengelolaan zakat bagi para anggota AAUI.

“Saat ini anggota AAUI yang sudah berzakat melalui Baznas antara lain ASEI, Nasional Re, ReINDO, AXA Mandiri, Jamkrindo, Ramayana, Takaful, Binagriya dan masih ada 83 anggota AAUI yang akan di dorong berzakat melalui BAZNAS. Semoga akan muncul UPZ baru dari anggota AAUI,” kata Mohan.

Sementara itu, Baznas juga menggelar pelatihan tentang pengelolaan zakat di lingkungan BUMN. “Training untuk para amil UPZ BUMN menampilkan narasumber Deputi BAZNAS, M. Arifin Purwakananta yang dilaksanakan di Kantor PT Semen Indonesia, di Gresik, Jawa Timur,” ujar Mohan.

Dia memaparkan, pelatihan ini adalah salah satu bentuk pelayanan BAZNAS sekaligus dalam rangka peningkatan kapasitas pengurus UPZ.

“Acara pelatihan bekerja sama dengan Badan Diklat Baznas yang memberikan materi pelatihan dasar, ujian sekaligus sertifikat untuk para peserta. Setelah ini, menyusul berikutnya UPZ kementerian, lembaga negara dan swasta,” ucap Mohan. @Rudi