Sosialisasikan Keamanan dan Ketertiban Umum, Bupati dan Kapolres Lamongan Undang Tokoh Masyarakat

Para tokoh masyarakat diundang ke Pendopo Lokatantra Lamongan untuk menerima sosialisasi keamanan dan ketertiban umum. Foto:omdik_kanalindonesia.com

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Berita teror orang gila yang menyasar pondok pesantren, ulama dan masyarakat sempat meresahkan warga pada dua pekan terakhir. Keberadaan orang tidak kenal (orang gila) di Lamongan menjadi perhatian serius Polres Lamongan bersama Forkopimda Lamongan.

Sosialisasi yang melibatkan semua kalangan tokoh masyarakat, ulama, dan ormas menyikapi maraknya kasus kiai dan ulama diserang orang tidak dikenal atau orang gila.

Hal itu menilisik pasca kejadian yang menimpa pemimpin Ponpes Karangasem Kecamatan Paciran Lamongan.Kejadian mengejutkan berlangsung di Pondok Pesantren Karangasem, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Minggu (18/2/2018).
Seorang tak dikenal menyerang pengasuh pondok, KH Hakam Mubarok.

“Kejadian beberapa waktu yang lalu di Paciran dan beberapa tempat lain jangan sampai terjadi di Lamongan, ” kata AKBP Febi D.P Hutagalung, Kapolres Lamongan.

Pihaknya menambahkan “acara ini adalah bentuk sinergritas antara Polres dan Forkopimda Lamongan dalam menjaga Kamtibmas, jangan sampai di Lamongan ada ancaman maupun teror serta gangguan dari orang yang tidak dikenal yang mengakibatkan gangguan Kamtibmas di Lamongan. Hal ini beranjak dari insisen di Paciran beberapa waktu yang lalu, jangan sampai ada lagi di Lamongan, ” ujarnya saat sosialisasi dalam rangka antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban umum, Senin (26/2/2018).

Ditambahkannya “Jika ada orang yang tidak kita kenal, agar masyrakat segera melaporkan ke Polisi maupun pejabat terdekat. Hal itu sebagai wujud antisipasi hal-hal yang tidak kita ingin. Bila orang tidak kita kenal itu baik orang gila atau tidak bila mencurigakan, segera saja melaporkan, ” tegasnya pada awak media.

Dalam acara, sosialisasi dalam rangka antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban umum itu sendiri diadakan di Pendopo Lokatantra, Lamongan.

Turut hadir dalam acara itu Bupati Lamongan beserta jajarannya, Forkopimda, Tokoh agama, dan seluruh pimpinan pondok pesantren se-Kab Lamongan, serta Muspika dan pejabat tingkat bawah.

Sikap kehati-hatian untuk mengabarkan sesuatu disampaikan Ketua MUI Lamongan KH Abdul Aziz Choiri. Menurut KH.Badul aziz Khoiri, Ketua MUI Lamongan keamanan dan ketertiban di Lamongan merupakan tanggungjawab kita bersama.

“Ulama dan Umaroh mempunyai tugas dan kewajiban masing-masing. Jangan sampai kejadian biasa menjadi luar biasa. Biarlah masalah -masalah yang pernah terjadi, kita mengambil hikmah dan pembelajaran bagi kita. Percaya pada orang bohong dan mendustakan orang yang benar adalah fenomena tahun ini. jangan sampai kita menangani hal biasa dengan sikap yangg luar biasa. sekarang jaman penipuan jaman edan,” kata Ketua MUI Lamongan dalam tausiahnya itu.

“Untuk itu biarlah setiap urusan serahkan pada ahlinya. Misalkan ketertiban keamanan di Lamongan diserahkan pada Umaroh. Sememtara Ulama meluruskan dengan memberikan wawasan, cukup mencakup mengenai Halal-haram atau benar atau salahnya saja selanjutnya kita serahkan ke Umarohnya,”jelas KH. Abdul Azis Khoiri.

Sementara itu H.Fadeli, SH, MM menyampaikan, keamanan dan ketertiban di Lamongan merupakan kewajiban kita semua. Bupati Lamongan Fadeli juga mengingatkan warganya untuk tidak mudah terprovokasi berita yang belum tentu kebenarannya.

“Untuk itu marilah kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban bersama, apalagi mendekati Pilkada dan pemilu kedepannya. mengenai gangguan orang tidak di kenal (orgil) menjadikan kita tetap waspada dengan adanya orang yg tidak kita kenal,”katanya dalam sambutannya.

”Hari ini kita kumpulkan para pejabat, tokoh agama, tokoh masyarakat di Lamongan, dengan tujuan meluruskan kejadian di Lamongan. Kami tidak ingin ada provokator-prokator yang membelokkan kemana- mana kejadian di Lamongan. Pada hal persepsi kita sama dari atas sampai tingkat bawa, bersyukur di Lamongan meskipun ada percobaan-percobaan gangguan keamanan dan ketertiban di Lamongan bisa diselesaikan dengan baik, ” tegas Fadeli di depan awak media.(Omdik)