PGIN Lantik 28 Pengurus di Trenggalek

KANALINDONESIA.COM, TRENGGALEK: Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN) Kabupaten Trenggalek menggelar pelantikan sekaligus pengukuhan pengurus. Pelantikan dan pengukuhan pengurus untuk meningkatkan inovasi dan inovatif guru Inpassing yang berkualitas. Sehingga dapat mendidik genarsi bangsa yang sesuai harapan, Rabu (28/2).

Senyum ceria terlihat di raut wajah ratusan Guru Non-PNS yang hadir di aula Kantor Kementerian agama (Kemenag) Trenggalek. Bagaimana tidak, saat ini mereka mempunyai wadah PGIN yang baru dikukuhkan untuk memperjuangkan nasib dan kesejahteraan, terutama peningkatan status mereka.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua PGIN Kabupaten Trenggalek Soliudin SPd.I mengatakan, terbentuknya PGIN di Kabupaten Trenggalek ini merupakan wadah aspirasi yang positif dari para guru honorer.

“Saya berharap PGIN dapat menjadi sebuah wadah untuk menggali dan menampung aspirasi dan alat untuk memperjuangkan kesejahteraan guru-guru honorer. Dengan spirit kawan-kawan guru honorer, kami akan berjuang untuk perubahan yang nyata,’’ucapnya.

Dijelaskan, pengurus PGIN yang dilantik dan di kukuhkan yakni, Ketua PGIN Kabupaten Trenggalek Soliudin SPd.I, Wakil Ketua Irfan Huda SPd.I, M. Pd.I, Sekertaris Muh Rosyid Masruri SPd.I, Wakil Sekertaris Arif Redi Sutopo SPd dan Bendahara Siti Kristina M.Pd, wakil Istigomah S.Ag.

Sedangkan Bidang Organisasi yang di lantik diantaranya Biro hukum Soetopo, Biro pembinaan Imam Fauzi, Biro Humas dan Umum Moch Syaiful Mu’arif, Biro Kemitraan Suyut, Biro pemberdayaan Lamuji, Biro kesehatan Bahrun Rafiqi, Biro diklat dan litbang Katwanto.

Untuk koordinator PGIN kecamatan se Kabupaten Trenggalek yang di lantik dan dikukuhkan sebagai pengurus ada 14 orang.

“ PGIN Kabupaten Trenggalek telah remi melantik dan kukuhkan 28 orang sebagai pengurusan. Wadah PGIN yang baru terbentuk ini diharapkan bisa memperjuangkan nasib dan kesejahteraan terutama peningkatan status mereka dari sekedar guru Non-PNS yang disetarakan pangkat/golongan serta kewajibannya menjadi guru dengan hak penuh sebagai PNS yang tergabung dalam Aparatur Sipil Negara (ASN),’’ harap Soliudin.

Ditambahkan, tidak hanya kesejahteraan, namun kita juga dituntut untuk meningkatkan tanggung jawab dan kedisiplinan serta meningkatkan kinerjanya sesuai dengan tupoksi masing-masing. Agar kualitas generasi penerus bangsa kedepannya akan lebih maju dan berkembang. (sup/ham)