Emil Dardak Cari Dukungan Pemilih Pemula di Lamongan

Emil Dardak menyampaikan programnya di depan kader Partai Golkar Lamongan. Foto:omdik_kanalindonesia.com

KANAL INDONESIA.COM. LAMONGAN; Calon waki Gubernur nomor urut 1 Emil Elistianto Dardak memilih cangkruk di warung Kopi dan sambangi sejumlah anak muda yang ada di Kabupaten Lamongan, pada hari Rabu (28/2/2018) Langkah tersebut sengaja diambil karena sejumlah anak muda tersebut dinilai merupakan pemilih pemula yang potensial mendulang suara dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018.

Salah satu warung Kopi yang menjadi sasaran Emil Dardak untuk nongkrong dan berinteraksi langsung dengan anak muda di Kota Lamongan ini adalah warung Kopi yang tidak jauh dengan Gedung DPD Partai Golkar di Jalan Lamongrejo yang ada di kawasan Lamongan kota. Sesuai dengan agenda kegiatan suami dari Arumi Bachsin tersebut, pada hari ini melakukan rapat koordinasi dengan pengurus dan kader partai yang berlambang pohon beringin.

Kedatangan Emil Dardak di Gedung DPD Golkar disambut oleh beberapa anggota DPRD Jawa Timur dan DPRD Lamongan dari Fraksi Partai Golkar serta ketua DPD Partai Golkar Lamongan Kacung Purwanto.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Emil memaparkan tentang program Khofifah dan Emil diantaranya adalah pengentasan kemiskinan, pertanian, perindustrian dan teknologi modern. Emil mengharapkan seluruh kader Partai Golkar untuk lebih semangat mendukung program-program yang dipaparkan tersebut.

Setelah memaparkan program-programnya di depan Kader Partai Golkar Lamongan, Emil kemudian menyempatkan mampir ke warung kopi dan bertemu dengan anak-anak muda yang sedang nongkrong disana.

Dalam obrolan singkat tersebut, Emil menyampaikan akan siap untuk mengurangi angka pengangguran di Lamongan dengan membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya.

“Pembangunan industri di Lamongan harus ditingkatkan agar penyerapan lapangan pekerjaan semakin luas sehingga angka pengguran meningkat”, terang Emil.
Selain itu, Emil juga akan berusaha memberikan bantuan kepada pengusaha warung kopi atau para pedagang tradisional dengan program kredit murah tanpa anggunan agar kegiatan ekonomi tradisional bisa bertahan dan lapangan kerja pun bisa didapatkan.

Lebih lanjut Emil mengingatkan kepada anak-anak muda, bahwasanya diera digital seperti ini informasi mudah didapatkan, jadi dibutuhkan kreatifitas masing-masing untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.(Omdik)