Baznas Gelar Pelatihan Bagi 148 Tenaga Amil Zakat BUMN di Gresik

KANALINDONESIA.COM, GRESIK: Sebanyak 148 tenaga amil zakat  dari 10 unit pengumpul zakat (UPZ) BUMN dan anak perusahaan PT Semen Indonesia mengikuti pelatihan amil zakat yang diadakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Gresik, Jawa Timur.

Deputi Baznas, Arifin Purwakananta, mengatakan pelatihan ini untuk mendorong peningkatan kompetensi amilnya sehingga mampu mengelola zakat dengan amanah, profesional dan tangguh.

Selain itu, untuk meningkatkan kapasitas amil bagi tenaga UPZ di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khususnya di Gresik, Jawa Timur.

“Kami akan selalu mengupayakan untuk seluruh pendistribusian yang disalurkan kepada asnaf zakat dapat dipertanggungjawabkan, transparan, merata dan akuntabel di mata masyarakat,” ujar Arifin di Gresik, Jawa Timur, Selasa (27/2/2018) kemarin.

Menurutnya, pelatihan ini telah mengikuti standar kompetensi yang disiapkan oleh cikal bakal Lembaga Serfifikasi Profesi (LSF) Baznas.

“Melalui zakat banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menolong sesama. Kami ingin memperdaya para mustahik dengan bekal ilmu dalam meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan kehidupan supaya dapat menjadi muzaki,” ungkap Arifin.

Sementara itu, Agung Yunanto selaku Direktur SDM PT Semen Indonesia menyambut baik pelatihan tenaga amil zakat di lingkungan BUMN ini.

“Pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi pengelolaan zakat di BUMN, karena potensi zakat di BUMN sangat besar lebih dari Rp 200 triliun, sehingga pelatihan ini mempersiapkan pengelolaan dana zakat yang besar itu,” kata Agung.

Agung mengungkapkan, lembaga zakat harus profesional dan kredibel dalam penghimpunan dan pengelolaan dana zakat.

Disamping itu, mereka yang terlibat dalam pengumpulan zakat atau pekerjaan yang dilakukan amil ini bisa dipertanggungjawabkan secara transparan, akuntabel dan mempunyai pengetahuan, keterampilan serta sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah dipersyaratkan

“Pelatihan ini dilakukan untuk memastikan agar amil zakat memiliki standar yang sama dalam bekerja,” tutur Agung. @Rudi